Rupiah Sesi Pagi Mendatar Saat USD Merosot
Jum'at, 02 Maret 2018 - 10:42 WIB
Rupiah Sesi Pagi Mendatar Saat USD Merosot
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (19/2/2018) dibuka mendatar, meski cenderung masih terbebani. Pergerakan rupiah gagal memaksimalkan penyusutan yang tengah terjadi pada mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS-.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini ini dibuka pada level Rp13.746/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai berbalik menguat dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.793/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.740/USD atau sedikit membaik dari posisi akhir perdagangan tengah pekan kemarin Rp13.748/USD. Pagi ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.733-Rp13.775/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan masih menyusut ke posisi Rp13.753/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.745/USD. Pergerakan harian rupiah pada akhir pekan ada di level Rp13.718-Rp13.758/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi juga masih tertekan di level Rp13.748/USD. Posisi ini tidak lebih baik dibandingkan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.712/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar merosot cukup dalam setelah Presiden AS Donald Trump menekankan bakal segera memberlakukan tarif tinggi impor untuk komoditas baja dan alumunium. Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat jatuh 0,15% menjadi 90.185.
Greenback menjadi lebih rendah 0,15% pada level 106.065 saat berhadapan dengan Yen yang sempat meluncur selama dua sesi. Dolar jatuh ke posisi terendah 105.960 terhadap Yen atau yang paling lemah sejak 16 Februari.
Sedangkan Euro naik tipis 0,1% menjadi 1.2276 saat melawan USD setelah naik 0,6% pada sesi sebelumnya. Pounds sendiri bergerak cenderung mendatar di level 1.3780 terhadap USD, untuk sedikit membaik dari posisi terendah dua bulan 1.3712.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini ini dibuka pada level Rp13.746/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai berbalik menguat dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.793/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di level Rp13.740/USD atau sedikit membaik dari posisi akhir perdagangan tengah pekan kemarin Rp13.748/USD. Pagi ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.733-Rp13.775/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan masih menyusut ke posisi Rp13.753/USD atau melemah dari posisi penutupan sebelumnya Rp13.745/USD. Pergerakan harian rupiah pada akhir pekan ada di level Rp13.718-Rp13.758/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi juga masih tertekan di level Rp13.748/USD. Posisi ini tidak lebih baik dibandingkan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.712/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar merosot cukup dalam setelah Presiden AS Donald Trump menekankan bakal segera memberlakukan tarif tinggi impor untuk komoditas baja dan alumunium. Indeks USD terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat jatuh 0,15% menjadi 90.185.
Greenback menjadi lebih rendah 0,15% pada level 106.065 saat berhadapan dengan Yen yang sempat meluncur selama dua sesi. Dolar jatuh ke posisi terendah 105.960 terhadap Yen atau yang paling lemah sejak 16 Februari.
Sedangkan Euro naik tipis 0,1% menjadi 1.2276 saat melawan USD setelah naik 0,6% pada sesi sebelumnya. Pounds sendiri bergerak cenderung mendatar di level 1.3780 terhadap USD, untuk sedikit membaik dari posisi terendah dua bulan 1.3712.
(akr)