Kemenperin Gandeng Industri dan Peguruan Tinggi Terapkan Hasil Litbang

Senin, 05 Maret 2018 - 01:17 WIB
Kemenperin Gandeng Industri...
Kemenperin Gandeng Industri dan Peguruan Tinggi Terapkan Hasil Litbang
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng beberapa industri dan perguruan tinggi di Jawa Tengah untuk menerapkan hasil penelitian dan pengembangan yang diciptakan oleh Unit Pelayanan Teknis di bawah binaan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI). Kemitraan strategis ini diharapkan mampu menelurkan inovasi-inovasi produk manufaktur dalam negeri yang lebih berdaya saing tinggi.

“Selain ditargetkan dapat menarik investasi baru ataupun mendongkrak ekspor nasional, kegiatan ini juga untuk memperluas usaha dengan mendorong peluang kerja sama antara industri besar dengan industri kecil dan menengah (IKM),” kata Kepala BPPI Ngakan Timur Antara di Jakarta, Minggu (4/3).

Ngakan menyampaikan, upaya tersebut telah dilaksanakan melalui penyelenggaraan acara Jaringan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Tahun 2018 di Semarang, 27 Februari 2018. Pada kesempatan ini, terdapat 10 Nota Kesepahaman yang ditandatangani.

Kerja sama itu antara lain tentang kegiatan penelitian dan pengembangan, pengujian, kalibrasi, pelatihan, sertifikasi, pencegahan pencemaran industri, audit industri, audit lingkungan dan pemetaan sosial antara Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang dengan PT. Ungaran Sari Garments.

Selanjutnya, sinergi perekayasaan bidang material teknik antara Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung dengan PT. Indratma Corporation, serta kerja sama penelitian karet pintar pengukur bobot kendaraan dengan teknologi Weigh-In-Motion (WIM) antara Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP) Yogyakarta dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Sebelas Maret.

“Kegiatan ini sangat penting sebagai sarana untuk mentransfer hasil-hasil litbang kepada pelaku industri mengenai teknologi terkini yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk-produk baru yang bisa membawa dampak ekonomi di masyarakat,” paparnya.

Manfaat lainnya dari kerja sama yang saling menguntungkan ini, lanjut Ngakan, diharapkan dapat membentuk ekosistem inovasi bagi industri maupun bagi peneliti itu sendiri. “Kami berkomitmen terus mendorong sinergi antara penghasil teknologi dengan perusahaan industri dalam pemanfaatan hasil-hasil litbang yang siap diterapkan. Ini juga memperluas kemitraan bagi Balai Besar maupun Balai Riset dan Standardisasi yang dimiliki oleh Kemenperin,” tuturnya.

Lebih lanjut Ngakan mencontohkan, hasil litbang Kemenperin yang telah dikembangkan bersama dengan industri, antara lain yaitu Balai Besar Tekstil (BBT) Bandung dengan PT. Rekadaya Multi Adiprima (RMA), yang berhasil mengembangkan prototipe panel pengendali kebisingan suara (noise pollution) dari serat alam. Selain itu, produk daur ulang limbah (recycle product) menggunakan kain nonsandang sabut kelapa sebagai covering fabric.

“Produk inovatif ini telah masuk ke pasar otomotif dan ini bukan sesuatu yang mudah karena produk tersebut harus melalui beberapa tahap pengujian. Yang tidak kalah penting lagi, produk ini harus diproduksi secara kontinyu untuk memenuhi permintaan,” ungkap Ngakan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imbas Covid-19, Industri...
Imbas Covid-19, Industri Tekstil dan Produk Tekstil Minus 1,24%
Bagi-bagi Mesin ke IKM...
Bagi-bagi Mesin ke IKM Tekstil Demi Pacu Produksi Saat Pandemi
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
8 Persoalan Ini Bikin...
8 Persoalan Ini Bikin Pelaku Industri Puyeng Selama Pandemi
API Minta Pemerintah...
API Minta Pemerintah Ambil Tindakan untuk Pulihkan TPT Nasional
PMI Agustus Tembus Level...
PMI Agustus Tembus Level 50, Apakah Tanda Industri Manufaktur Mulai Pulih?
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
42 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved