8 Persoalan Ini Bikin Pelaku Industri Puyeng Selama Pandemi
Jum'at, 25 September 2020 - 21:26 WIB
loading...
Kemenperin berhasil menjaring delapan persoalan yang harus dihadapi pelaku industri setelah melakukan berbagai webinar saat pandemi Covid-19. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin , Dody Widodo mengungkapkan, ada delapan tantangan yang tengah dirasakan pelaku industri di tanah air akibat dampak pandemi Covid-19. Hal-hal tersebut didapatkan Kemenperin dalam berbagai acara dengan para pelaku industri.
“Kami melaksanakan kegiatan webinar dengan pelaku dan asosiasi industri untuk menampung usulan-usulan yang dapat dijadikan bahan kebijakan selanjutnya, baik itu kebijakan insentif fiskal atau nonfiskal, termasuk juga perbaikan atauran-aturan yang telah berjalan,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2020).
(Baca Juga: Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek )
Dari hasil berbagai pertemuan, Dody menyebutkan Pertama, para pelaku mengalami penundaan kontrak dan pembayaran. “Ada beberapa sektor yang tidak bisa mengalihkan produksinya seperti industri garmen yang akhirnya memproduksi APD dan masker,” ujarnya.
Tantangan kedua, yakni kenaikan harga bahan baku dan penolong. Hal ini membawa dampak pada pasokan dan permintaan. “Masalahnya harga juga tidak bisa dikontrol karena semua negara yang supply bahan baku dan penolong mengalami kendala yang sama,” tuturnya.
“Kami melaksanakan kegiatan webinar dengan pelaku dan asosiasi industri untuk menampung usulan-usulan yang dapat dijadikan bahan kebijakan selanjutnya, baik itu kebijakan insentif fiskal atau nonfiskal, termasuk juga perbaikan atauran-aturan yang telah berjalan,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2020).
(Baca Juga: Teknologi Digital Datangkan Cuan, Sektor Industri Jangan Gaptek )
Dari hasil berbagai pertemuan, Dody menyebutkan Pertama, para pelaku mengalami penundaan kontrak dan pembayaran. “Ada beberapa sektor yang tidak bisa mengalihkan produksinya seperti industri garmen yang akhirnya memproduksi APD dan masker,” ujarnya.
Tantangan kedua, yakni kenaikan harga bahan baku dan penolong. Hal ini membawa dampak pada pasokan dan permintaan. “Masalahnya harga juga tidak bisa dikontrol karena semua negara yang supply bahan baku dan penolong mengalami kendala yang sama,” tuturnya.
Lihat Juga :