Kemendag Gelontorkan Beras Besar-besaran demi Stabilkan Harga
Rabu, 07 Maret 2018 - 11:56 WIB
Kemendag Gelontorkan Beras Besar-besaran demi Stabilkan Harga
A
A
A
SOLO - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memasang kuda-kuda mengantisipasi kenaikan harga beras menjelang Ramadan. Kebutuhan beras di pasaran akan digelontorkan secara besar-besaran agar harganya stabil.
Mendag Enggartiasto Lukita mengatakan, penugasan kepada Bulog untuk menyediakan beras yang telah diproses dengan kualitas dan harga medium telah tersedia di semua pedagang beras. Pihaknya dalam waktu dekat juga akan memasok pasar dengan beras dan bukan lagi masuk melalui operasi pasar (OP).
"Semua dimasukkan agar menjelang Ramadan dan seterusnya, harga tidak lagi naik turun dan memberatkan masyarakat," ungkap Enggartiasto saat memantau harga beras di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah.
Menurut Enggar hal ini selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo agar memberi perharian khusus bagi masyarakat, supaya tidak terbebani dengan kenaikan harga beras.
Beras yang akan digelontorkan ke pasaran, termasuk dari impor, yang harganya sesuai harga eceran tertinggi (HET). Enggartiasto menyebut kuotanya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi hal ini tidak akan menciptakan spekulasi dan menganggu masa panen petani.
Enggar menyatakan pihaknya akan membeli hasil petani dengan standar Harga pembelian pemerintah (HPP), yang akan diserap oleh Bulog. Sehingga tidak akan merugikan petani.
Kemendag juga akan menjaga kestabilan harga daging dan telur ayam. "Jangan sampai turun jauh, yang nantinya merugikan peternak, atau naik tinggi. Harus ada keseimbangan, tak boleh turun jauh atau naik jauh," urainya, Rabu (7/3/2018).
Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia mengatakan, penyerapan hasil panen petani sampai kini telah mencapai 2.000 ton dan sehari rata rata 300-500 ton. Pihaknya akan terus memaksimalkan pembelian gabah panen petani hingga 1.500-2.000 ton per hari.
Hal ini sekaligus sebagai upaya mendukung rencana pemerintah menggelontorkan beras ke pasaran. "Untuk stok siap dan mencukupi sampai April mendatang," ungkap Titov.
Bulog Surakarta dalam sepekan juga terus menggelontorkan beras ke pasaran melalui operasi pasar (OP). Dalam sepekan sebanyak 4 ton beras didistribusikan melalui OP di lima pasar tradisional. Tercatat sebanyak 70 ton beras telah distribusikan.
OP rencananya akan dilaksanakan sampai 30 Maret mendatang. "Kalau harganya telah stabil, maka akan berhenti," tambahnya.
Mendag Enggartiasto Lukita mengatakan, penugasan kepada Bulog untuk menyediakan beras yang telah diproses dengan kualitas dan harga medium telah tersedia di semua pedagang beras. Pihaknya dalam waktu dekat juga akan memasok pasar dengan beras dan bukan lagi masuk melalui operasi pasar (OP).
"Semua dimasukkan agar menjelang Ramadan dan seterusnya, harga tidak lagi naik turun dan memberatkan masyarakat," ungkap Enggartiasto saat memantau harga beras di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah.
Menurut Enggar hal ini selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo agar memberi perharian khusus bagi masyarakat, supaya tidak terbebani dengan kenaikan harga beras.
Beras yang akan digelontorkan ke pasaran, termasuk dari impor, yang harganya sesuai harga eceran tertinggi (HET). Enggartiasto menyebut kuotanya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi hal ini tidak akan menciptakan spekulasi dan menganggu masa panen petani.
Enggar menyatakan pihaknya akan membeli hasil petani dengan standar Harga pembelian pemerintah (HPP), yang akan diserap oleh Bulog. Sehingga tidak akan merugikan petani.
Kemendag juga akan menjaga kestabilan harga daging dan telur ayam. "Jangan sampai turun jauh, yang nantinya merugikan peternak, atau naik tinggi. Harus ada keseimbangan, tak boleh turun jauh atau naik jauh," urainya, Rabu (7/3/2018).
Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia mengatakan, penyerapan hasil panen petani sampai kini telah mencapai 2.000 ton dan sehari rata rata 300-500 ton. Pihaknya akan terus memaksimalkan pembelian gabah panen petani hingga 1.500-2.000 ton per hari.
Hal ini sekaligus sebagai upaya mendukung rencana pemerintah menggelontorkan beras ke pasaran. "Untuk stok siap dan mencukupi sampai April mendatang," ungkap Titov.
Bulog Surakarta dalam sepekan juga terus menggelontorkan beras ke pasaran melalui operasi pasar (OP). Dalam sepekan sebanyak 4 ton beras didistribusikan melalui OP di lima pasar tradisional. Tercatat sebanyak 70 ton beras telah distribusikan.
OP rencananya akan dilaksanakan sampai 30 Maret mendatang. "Kalau harganya telah stabil, maka akan berhenti," tambahnya.
(ven)
Lihat Juga :