Jumlah SPBU Minim, Penyalur BBM Tak Perlu Izin ESDM dan BPH Migas

Rabu, 07 Maret 2018 - 15:19 WIB
Jumlah SPBU Minim, Penyalur...
Jumlah SPBU Minim, Penyalur BBM Tak Perlu Izin ESDM dan BPH Migas
A A A
JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan bahwa saat ini jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tanah Air masih sangat sedikit. Bahkan, setiap SPBU harus melayani 35.000 orang tiap hari nya.

Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar mengungkapkan, rasio SPBU terhadap populasi masyarakat Indonesia sangatlah tinggi yaitu sekitar 1:35.000. Tak hanya itu, jika dilihat dari luas wilayah daratannya, setiap satu SPBU harus melayani hingga 300 kilometer (km).

"Dengan luas wilayah daratan 1,9 juta km2, kira-kira satu SPBU mengcover 300 km. Dibanding dengan AS, itu perbandingannya untuk SPBU itu 1:5.000. Jadi kita masih 1/7 nya. Kalau luas wilayah itu 1:75 km. Sehingga mobil tidak kehabisan bensin di jalan," katanya di Gedung BPH Migas, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini menyederhanakan perizinan mengenai kegiatan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2018. Dengan beleid tersebut, penyalur baru tidak perlu lagi meminta izin ke Kementerian ESDM atau BPH Migas untuk menyalurkan BBM.

"Jadi nanti penyalur baru itu tidak perlu lagi minta izin ke Kementerian ESDM atau BPH Migas, tapi cukup melaporkan saja keberadaannya, tinggal dibuat perjanjian usaha. Untuk itu BPH Migas sudah melaunching program subpenyalur, yang ini juga sudah ditekankan di Permen 13/2018. Jadi subpenyalur ini yang akan jadi terobosan untuk mengatasi jumlah SPBU yang masih kecil di Indonesia," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPH Migas Pastikan Distribusi...
BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Kalimantan Barat Terkendali
Penyaluran Pertalite...
Penyaluran Pertalite 30 Juta KL di 2023, Lebih Rendah dari Target
Digitalisasi SPBU, Pengisian...
Digitalisasi SPBU, Pengisian BBM Lebih Akurat
Sepekan Terakhir Terjadi...
Sepekan Terakhir Terjadi Antrean Truk di SPBU Sumsel, Begini Penjelasan BPH Migas
Banyak Truk Siluman...
Banyak Truk Siluman Hisap BBM Subsidi, BPH Migas Siapkan Jurus Penangkal
Awas! Selewengkan BBM,...
Awas! Selewengkan BBM, SPBU Nakal Bisa Ketahuan Lho..!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
3 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved