CORE: Arah Rupiah Masih Sulit Diprediksi

Jum'at, 09 Maret 2018 - 02:09 WIB
CORE: Arah Rupiah Masih...
CORE: Arah Rupiah Masih Sulit Diprediksi
A A A
JAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, pelemahan rupiah sekarang lebih dikarenakan sentimen pasar. Pertama, karena adanya kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The Fed lebih cepat dan lebih besar dari yang diperkirakan.

Kedua, kinerja neraca perdagangan yang defisit serta proyeksi pembayaran utang yang jatuh tempo pada tahun ini, yang jauh lebih besar daripada tahun lalu. "Semua ini terakumulasi menciptakan sentimen negatif walaupun fundamental ekonomi masih relatif baik," ungkap Piter saat dihubungi, Kamis (8/3/2018).

Dia menyebutkan, pelemahan yang diakibatkan sentimen pasar ini diperkirakan bersifat jangka pendek. Di sisi lain, revisi APBN menurut dia sudah perlu dipersiapkan tetapi bukan semata-mata karena pelemahan rupiah.

Hampir semua asumsi makro dalam APBN 2018 memang harus ditinjau ulang. Selain nilai tukar, sambung dia, harga minyak perlu direvisi, demikian juga dengan inflasi dan bunga surat perbendaharaan negara (SPN).

"Cadangan devisa selama sebulan terakhir mengalami penurunan sekitar USD3 miliar. Penurunan ini selain disebabkan intervensi yang dilakukan BI untuk meredam pelemahan rupiah, juga untuk pembayaran utang dan bunga utang pemerintah," urai Piter.

Menurutnya, arah nilai rupiah masih sulit diprediksi dalam periode jangka pendek ini, dan bergantung kepada bagaimana efektivitas intervensi BI menenangkan pasar. "Tapi dalam jangka panjang sepanjang tahun 2018 ini, saya memperkirakan rupiah secara rata-rata masih akan berada di kisaran Rp13.500," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
19 menit yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
52 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
59 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
2 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved