Pelemahan Rupiah Masih Mungkin Terjadi
Kamis, 08 Maret 2018 - 22:58 WIB
Pelemahan Rupiah Masih Mungkin Terjadi
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah tampak kehilangan momentum untuk berbalik menguat dengan memanfaatkan mata uang lainya yang terapresiasi terhadap dolar Amerika Serikat alias USD.
Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, pelemahan rupiah masih dimungkinkan meskipun diharapkan dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lebih lanjut. "Tetap cermati dan waspada jika masih adanya pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Reza memperkirakan mata uang NKRI akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.790/USD dan resisten Rp13.760/USD.
Sementara, pergerakan rupiah kian mengalami pelemahan. Harapan akan pelemahan tipis pun tidak terjadi dimana secara intraday perdagangan terus berada di zona merah.
Bahkan di tengah penguatan EUR terhadap USD pun, laju rupiah tidak memanfaatkan momentum tersebut untuk berbalik naik. EUR bergerak naik setelah ECB dalam pertemuannya masih mempertahankan tingkat suku bunganya, namun memberikan indikasi akan adanya pengurangan pembelian obligasi.
"Pelaku pasar membaca kondisi tersebut dengan pandangan stimulus moneter Zona Euro akan dikurangi. Sementara itu, sentimen dari dalam negeri belum ada yang dapat secara signifikan mampu menahan pelemahan rupiah," pungkasnya.
Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, pelemahan rupiah masih dimungkinkan meskipun diharapkan dapat lebih terbatas untuk mengurangi potensi pelemahan lebih lanjut. "Tetap cermati dan waspada jika masih adanya pelemahan lanjutan," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/3/2018).
Reza memperkirakan mata uang NKRI akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.790/USD dan resisten Rp13.760/USD.
Sementara, pergerakan rupiah kian mengalami pelemahan. Harapan akan pelemahan tipis pun tidak terjadi dimana secara intraday perdagangan terus berada di zona merah.
Bahkan di tengah penguatan EUR terhadap USD pun, laju rupiah tidak memanfaatkan momentum tersebut untuk berbalik naik. EUR bergerak naik setelah ECB dalam pertemuannya masih mempertahankan tingkat suku bunganya, namun memberikan indikasi akan adanya pengurangan pembelian obligasi.
"Pelaku pasar membaca kondisi tersebut dengan pandangan stimulus moneter Zona Euro akan dikurangi. Sementara itu, sentimen dari dalam negeri belum ada yang dapat secara signifikan mampu menahan pelemahan rupiah," pungkasnya.
(ven)