Pemerintah Tambah Subsidi Solar Jadi Rp1.000 per Liter

Senin, 12 Maret 2018 - 16:14 WIB
Pemerintah Tambah Subsidi...
Pemerintah Tambah Subsidi Solar Jadi Rp1.000 per Liter
A A A
JAKARTA - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari sebelumnya Rp500 per liter menjadi Rp1.000 per liter, untuk volume 16,3 juta kiloliter (KL).

Hal ini seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia yang kini berada di kisaran USD60 per barel. Kenaikan subsidi untuk solar ini disetujui untuk menjaga agar PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha yang mendistribusikan BBM bersubsidi tidak terlalu terbebani dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Di sisi lain, pemerintah juga tidak ingin kenaikan harga minyak mentah di level global ini menimbulkan beban di masyarakat dengan kenaikan harga BBM di dalam negeri.

"Menyikapi situasi kenaikan harga minyak dan batu bara tanpa menimbulkan beban ke masyarakat, karena pemerintah menganggap daya beli harus terjaga sehingga bisa jadi motor penggerak ekonomi bersama investasi dan ekspor. Oleh karena itu, untuk sharing beban karena ada perubahan ICP kira-kira untuk subsidi minyak solar akan dinaikkan dari Rp500 per liter menjadi Rp1.000 per liter," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Sementara itu untuk elpiji, pemerintah memutuskan untuk tidak mengubah kebijakan yaitu subsidi elpiji 3 kg tetap di angka Rp7.008 per kg untuk volume 6,45 juta kg. Begitupun untuk premium, pemerintah tidak mengubah kebijakan apapun mengenai premium.

Dengan dinaikkannya subsidi solar menjadi Rp1.000 per liter, maka anggaran subsidi yang dialokasikan untuk solar mengalami kenaikan sekitar Rp4,1 triliun. "Solar kalau tidak salah kenaikannya tidak lebih dari Rp4-5 triliun dari kenaikan Rp1.000 per liter. Kami hitung kira-kira sekitar Rp4,1 triliun," tandasnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani memprediksi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) akan melampaui target di APBN 2018. Pada tahun ini, ICP diprediksi akan tembus di level USD55 hingga USD60 per barel dari target di APBN 2018 yang sebesar USD48 per barel.

"Sementara lifting minyak tetap dijaga di 800.000 barel per hari, dan lifting gas tetap dijaga di 1,2 juta barel setara minyak per hari," ungkapnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jika Stok Pertalite...
Jika Stok Pertalite Kosong, Guncangan Sosial Mengancam
Ada Truk Zombie, DPR...
Ada Truk Zombie, DPR Ungkap Modus Penghisap BBM Subsidi
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Polrestabes Palembang...
Polrestabes Palembang Amankan 3 Truk Pengangkut BBM Ilegal, 5 Orang Ditetapkan Tersangka
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Ini Alasan BBM Solar...
Ini Alasan BBM Solar Subsidi Dibatasi, Ada Mobil Mewah yang Memanfaatkanya
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
5 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
32 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
54 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved