Textron Terapkan Strategi Berbeda untuk Setiap Produk

Selasa, 13 Maret 2018 - 17:20 WIB
Textron Terapkan Strategi...
Textron Terapkan Strategi Berbeda untuk Setiap Produk
A A A
BERMULA dari industri tekstil, Textron kini dikenal sebagai produsen pesawat, alat pertahanan, dan produk industri yang mengutamakan teknologi canggih, solusi inovatif, serta layanan kelas satu.

Perusahaan bernilai USD11,3 miliar ini memiliki 35.000 karyawan di 325 negara. Textron memiliki jaringan bisnis global yang memproduksi helikopter Bell, Cessna Aircraft Company, dan Kautex. Selama ini, Textron memang dikenal dengan brand-nya helikopter Bell. Namun, Textron juga merupakan perusahaan multiindustri.

Di Amerika Serikat, Textron dikenal sebagai pelopor model bisnis yang memiliki diversifikasi produk. Dalam wawancara dengan Nation Shield, President, Chairman dan Chief Executive Officer Textron Scott C Donnelly menjabarkan tentang pertumbuhan perusahaan di tengah kompetisi yang sangat kuat dan sengit. Sebagai perusahaan yang berawal dari industri tekstil, Textron diakui banyak pihak terus tumbuh sebagai perusahaan multi-industri yang memiliki kepercayaan global. "Textron mengalami banyak perubahan sejak berdiri pada 1923. Portofolio itu sering berubah seiring pertumbuhan waktu," ungkap Donnelly.

Dia mengungkapkan, Textron dikenal karena Bell dan Cessna. "Bisnis kita berkaitan dengan pertahanan, industri, dan layanan keuangan. Kami juga memiliki banyak bisnis di sektor yang berbeda," paparnya. Sebagai buktinya, Textron memiliki produk dari helikopter hingga mobil golf.

Donnelly mengakui, manajemen perusahaan dengan produk yang beragam memang termasuk sulit, tetapi menyenangkan. "Dikarenakan banyak produk, saya membutuhkan strategi yang berbeda dalam menangani produk tersebut. Untuk masing-masing produk, kami memilih kompetitor, kanal distribusi, dan sumber daya manusia yang berbeda," ungkapnya.

Namun, Bell merupakan salah satu produk unggulan Textron. Pasalnya, itu merupakan salah helikopter yang sudah lama dikenal publik. "Kami terus memproduksi helikopter baru. Kami juga memproduksinya untuk kepentingan komersial," ujarnya. Salah satunya Bell 407 GX yang diterima pasar dengan baik. Produk ikonik ini dijual ke berbagai negara, termasuk China dan Turki. Banyak negara yang sudah mengakui keunggulan Bell.

Sama seperti Bell, Cessna merupakan produk unggulan Textron. "Banyak pelanggan kami menyukai Cessna 172. Meski demikian, kami tetap memproduksi pesawat baru yang memiliki kualitas lebih baik," jelasnya.

Inovasi di sektor lain, yaitu Kautex. Itu merupakan sistem bahan bakar generasi berikutnya untuk mesin automotif. "Kami menciptakan mobil yang lebih efisien untuk menghadapi regulasi baru terkait emisi," tuturnya. Dia mengungkapkan, teknologi baru yang di ciptakan Textron fokus untuk menghemat uang pelanggan.

Didirikan Pemuda Berusia 22 Tahun
Textron awalnya merupakan perusahaan tekstil pada 1923. Perusahaan itu didirikan oleh Royal Little di Boston, Massachusetts. Perusahaan itu memproduksi kain sintetis. Pada awal Perang Dunia II, perusahaan yang dikenal sebagai Atlantic Rayon Corporation mem produksi parasut. Hingga akhirnya perusahaan itu dikenal dengan Textron yang tercatat di Bursa Saham New York pada 1947. Setelah satu setengah dekade, Textron berkembang. Pada 1960, perusahaan itu membeli Bell Aerospace dan EZ-Go.

Sementara divisi tekstil justru dijual kepada Deering Milliken pada 1963. Textron berkembang menjadi konglomerasi yang berkembang pesat. Little yang lahir pada 1 Maret 1896 dikenal dengan Father of Conglomerates di Amerika Serikat. Alumni Universitas Harvard itu memang memiliki pengalaman panjang di perusahaan tekstil.

Meskipun dia memiliki kekayaan melimpah, saat meninggal di Bahamas pada 1989, tidak ada acara pemakaman. Dia memang berpesan agar kematiannya tidak perlu disertai upacara pemakaman.

Hingga pada 2013, Textron sepakat membeli Beechcraft. Kemudian, perusahaan itu membuat divisi Textron Aviation yang memproduksi Beechraft, Cessna, dan Hawker sebagai label yang berdiri sendiri. Sebagai perusahaan berbasis riset, pada 2013-2016, investasi Textron di sektor penelitian dan pengembangan terus meningkat berkisar 4% dari pendapatan. Bahkan, Textron telah menganggarkan lebih dari USD2,2 miliar untuk mengembangkan tujuh pesawat, baik Bell maupun Cessna, dalam berbagai tipe.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Siap Digelar, Total Hibah Modal Usaha Capai Rp2 Miliar
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Dorong Bisnis Berkelanjutan
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Gandeng Generasi Muda Kreatif
Nanang Pribadi, Mantan...
Nanang Pribadi, Mantan Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Sangkar Burung Bisa Gaji Karyawan Rp75 Juta per Minggu
Mantan Dubes Indonesia...
Mantan Dubes Indonesia Ungkap Pengalamannya Jadi Diplomat 'Kesasar'
Sukses Berbisnis Coffee...
Sukses Berbisnis Coffee Shop, Kang Sendi Ingin Dorong Potensi Lokal
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
30 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
2 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
2 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved