Wall Street Tergelincir Usai Trump Pecat Menlu AS Rex Tillerson

Rabu, 14 Maret 2018 - 08:51 WIB
Wall Street Tergelincir...
Wall Street Tergelincir Usai Trump Pecat Menlu AS Rex Tillerson
A A A
NEW YORK - Indeks utama Wall Street mengalami kejatuhan pada akhir perdagangan Selasa, kemarin waktu setempat setelah Presiden AS Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri (Menlu) Rex Tillerson. Ditambah kekhawatiran munculnya kemungkinan penetapan tarif impor tinggi kepada China untuk menyeret saham ke jalur merah.

Bukan rahasia lagi bila hubungan Presiden Trump dan Menlu Tillerson pasang surut. Misalkan Oktober tahun lalu, Trump lewat Twitter mengkritik upaya mantan pimpinan puncak ExxonMobil itu untuk membuka dialog dengan Korea Utara. Menurut Trump berunding dengan Pria Roket Kecil hanya buang-buang waktu.

Trump kemudian menunjuk Direktur CIA Mike Pompeo, sebagai pengganti Rex Tillerson. Presiden Trump juga mencalonkan Gina Haspel sebagai perempuan pertama yang menjabat Direktur CIA. "Setiap kali ada perubahan, investor gugup. Mereka harus melihat kembali untuk mencari tahu apa implikasi yang kemungkinan bisa terjadi," ujar John Carey, manajer portofolio Amundi Pioneer Asset Management di Boston.

Namun, Carey mengatakan, setidaknya para calon untuk memimpin Departemen luar negeri dan CIA merupakan nama-nama akrab di publik. "Saya tidak berpikir perubahan ini akan terlalu mengganggu ke pasar saat sebagian orang menyakini dengan kualifikasi penggantinya," sambungnya.

Tercatat Dow Jones Industrial Average. DJI jatuh 171,58 poin yang setara dengan 0,68% ke level 25.007,03 sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 17,71 poin atau 0,64% menjadi 2.765,31. Tak terkecuali pelemahan juga terjadi pada komposit Nasdaq dengan penurunan sebesar 77,31 poin atau 1,02% ke level 7.511,01.

Sektor teknologi dan keuangan berjalan samgan lamban untuk menjadi beban bagi 11 sektor utama indeks S & P 500. Saham Microsoft Corp (MSFT. O), Facebook Inc (FB. O) dan Alphabet Inc (GOOGL. O) jatuh antara 1,5% dan 2,4%. Selanjutnya saham General Electric Co. (GE. N) jatuh 4,4% dimana volume perdagangan AS mencapai 6,89 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 7,13 miliar selama 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
37 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
4 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved