Rupiah Berakhir Perkasa Saat USD Cetak Rebound

Selasa, 20 Maret 2018 - 17:20 WIB
Rupiah Berakhir Perkasa...
Rupiah Berakhir Perkasa Saat USD Cetak Rebound
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan hari kedua pekan ini ditutup semakin perkasa di zona hijau untuk menjadi sinyal positif. Penguatan rupiah terjadi saat mata uang Negeri Paman Sam masih berjuang, meski mulai pulih dengan mencetak rebound.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga perdagangan sore berada pada level Rp13.745/USD atau membaik saat berhadapan dengan dolar dibanding penutupan sebelumnya Rp13.764/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada kisaran Rp13.743-Rp13.764/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah bertengger ke posisi Rp13.748/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin Rp13.765/USD. Pergerakan harian rupiah berada di level Rp13.736-Rp13.771/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada level Rp13.761/USD. Posisi ini juga menunjukkan perbaikan rupiah dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp13.765/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini justru melemah ke posisi Rp13.780/USD atau masih belum mampu meninggalkan zona merah. Padahal sebelumnya pada sesi siang sempat pulih di level Rp13.761/USD.

Seperti dilansir Reuters hari ini, Selasa (20/3/2018) dolar rebound untuk bangkit lebih tinggi dan membalikkan kerugian pada hari sebelumnya saat investor tengah fokus kepada pertemuan dua hari Federal Reserve atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) untuk merumuskan kebijakan terbaru. Secara keseluruhan para pelaku pasar berharap The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga acuan.

Indeks USD berbalik menguat, meski tidak terlalu besar mencapai 0,15% terhadap enam mata uang utama di level 89.91. Mata uang Negeri Paman Sam bangkit dari pelemahan sebelumnya 0,5%. Sedangkan euro mengkonsolidasikan keuntungan di level 1.2339 terhadap dolar. Sementara menurut Ahli Strategi Mata Uang Brown Brothers Harriman yakni Masashi Murata mengatakan, dolar tampaknya menemukan dukungan kuat di kisaran level 105.00 hingga 105.50 terhadap Yen Jepang.

Namun, beberapa pelaku pasar memperkirakan potensi penguatan dolar hanya terbatas, saat Yen mendapatkan dukungan dari penghindaran risiko. Yen diyakini masih menjadi mata uang yang cenderung aman dan menarik permintaan investor saat terjadi gejolak pasar. USD diperdagangkan menguat sekitar 0,26% lebih tinggi terhadap Yen Jepang.

Di sisi lain, Pounds mencetak lonjakan cukup besar setelah pengumuman data inflasi dan di tengah perjanjuan kesepakatan transisi Brexit atau keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa. Melawan dolar, Poundsterling konsolidasi di atas 1,40 terhadap dan diperdagangkan meningkat 0,2% menjadi 1.4054. Saat melawan euro, penguatan juga diperlihatkan Pounds setelah lebih tinggi 0,2% menjadi 87.778.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
39 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved