Musyawarah Kretek Tolak Intervensi Asing Terhadap Industri Kretek

Kamis, 22 Maret 2018 - 06:05 WIB
Musyawarah Kretek Tolak...
Musyawarah Kretek Tolak Intervensi Asing Terhadap Industri Kretek
A A A
JAKARTA - Kretek sebagai komoditas strategis nasional sedang menghadapi tekanan yang berat. Ironisnya, tekanan ini justru dilakukan oleh kalangan bangsa sendiri. Manuver gerakan anti tembakau mengkreasi dan memprovokasi seorang warga untuk menuntut dua perusahaan rokok nasional dengan alasan yang tidak rasional.

Peserta Musyawarah Kretek yang terdiri dari 17 lembaga menilai kedaulatan petani tembakau dan cengkih dihancurkan secara sistematis melalui intervensi legislasi.

"Konspirasi global dan intervensi asing semakin kuat menggerogoti kedaulatan bangsa. Pemerintah ditekan untuk mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang merupakan representasi kekuatan global yang merongrong kedaulatan bangsa," ujar Komite Nasional Pelestarian Kretek, Azami Mohammad di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Budidoyo dari Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia menilai, kekuatan global itu diwakili FCTC sebagai bentuk kolonialisme dengan jubah baru. Salah satu formula untuk mendukung kehadiran FCTC adalah gelaran Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACTH) 12th yang akan digelar di Bali.

Aksesi FCTC ini memiliki dampak penghancuran terhadap industri kretek nasional, karena 38 butir pasal di dalamnya bertujuan untuk melarang penyebaran produk hasil tembakau. Ia menilai sikap pemerintah untuk tidak meratifikasi FCTC sudah tepat.

Lanjut Peserta Musyawarah Kretek, Indonesia memiliki alasan-alasan kuat untuk tidak meratifikasi FCTC, di antaranya: Pertama, Indonesia memiliki kepentingan yang besar terhadap komoditas tembakau dan produk hasil tembakau. Negara sangat bergantung pada komoditas ini sebagai pendapatan negara. Tahun 2017, pendapatan negara yang dipungut dari cukai rokok sebesar Rp150 triliun.

Kedua, Indonesia memiliki produk hasil tembakau yang khas, yakni kretek. Ketiga, industri kretek merupakan industri yang memberikan manfaat besar bagi rakyat Indonesia. Terdapat 6 juta orang yang dihidupi dari industri ini. Keempat, industri kretek selama ini terbukti merupakan industri yang tahan terhadap berbagai hantaman krisis.

Atas dasar keprihatinan terhadap gerakan anti tembakau yang mengancam kedaulatan nasional, Peserta Musyawarah Kretek selaku stakeholder kretek menyatakan tiga sikap.

Yaitu, menolak semua bentuk intervensi kepada pemerintah untuk mengaksesi FCTC. Kedua, menolak semua bentuk produk hukum yang mengancam kedaulatan petani tembakau dan cengkih. Terakhir, melawan semua bentuk gerakan dan konspirasi dari mana pun yang berupaya menghancurkan kedaulatan kretek nasional.

Peserta Musyawarah Kretek mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak terjebak oleh segala bentuk gerakan anti tembakau yang menggunakan berbagai isu untuk menghancurkan kedaulatan nasional.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Muncul Wacana Iklan...
Muncul Wacana Iklan Rokok Bakal Dihapus Bikin Was-was Industri Tembakau
Revisi Aturan Rokok...
Revisi Aturan Rokok Tidak Urgen: Apa Artinya Jika Industri Tembakau Dimatikan
Curhat Pekerja Rokok...
Curhat Pekerja Rokok Tembakau Tercekik Kenaikan Cukai di Tengah Pandemi
Gelombang Penolakan...
Gelombang Penolakan Kenaikan Cukai Rokok di 2021 Makin Besar
Produksi Tembakau Olahan...
Produksi Tembakau Olahan Diproyeksikan Merosot 16%
Jeritan Petani Tembakau...
Jeritan Petani Tembakau Saat Cukai Rokok Dikabarkan Naik 19%
Berita Terkini
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 menit yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
14 menit yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
20 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
32 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
38 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
52 menit yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved