Ekonom: Tingkat Literasi Keuangan TKI Masih Rendah

Kamis, 22 Maret 2018 - 02:08 WIB
Ekonom: Tingkat Literasi...
Ekonom: Tingkat Literasi Keuangan TKI Masih Rendah
A A A
JAKARTA - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengungkapkan, salah satu masalah TKI saat ini adalah masih susahnya meminjam lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyebabnya tingkat literasi keuangan TKI rendah.

"Selain itu, prosedur untuk mengajukan KUR juga rumit sehingga untuk berangkat ke luar negeri, TKI lebih memilih pinjaman dari saudara atau teman dekat," ujar dia saat dihubungi, Rabu (21/3/2018).

Dia melanjutkan, hal tersebut menjadi penting untuk melakukan sosialisasi KUR secara masif ke kelompok atau daerah dengan jumlah TKI yang besar. "Kalau perlu ada regulasi jasa penyalur TKI wajib kerja sama dengan bank penyalur KUR," pungkas dia.

Masalah lain, soal standarisasi antar bank penyalur KUR berbeda-beda. "Beda di pusat, beda di kantor cabang di daerah. Akhirnya TKI tidak tertarik pinjam KUR," urai dia.

Maka dari itu, prosedur harus dibuat sangat mudah kalau perlu cuma satu halaman. Kemudian standarisasi persyaratan KUR juga harus dipantau oleh OJK dan Kementerian Koperasi dan UKM. "Bank yang tidak sama standarnya dan menyulitkan TKI wajib kena sanksi," pungkasnya.

Sementara itu, ekonom CORE Indonesia Pitter Abdullah mengungkapkan penyaluran KUR secara nilai memang meningkat namun sesungguhnya tidak diiringi oleh peningkatan nasabah UMKM yang benar-benar baru. Hal ini bisa dilihat dari tren peningkatan penyaluran kredit yang tidak mengalami lonjakan dengan adanya KUR.

"Diperkirakan bank menyalurkan KUR kepada nasabah komersial yang ada. Hal ini lebih mudah dan tidak ada sanksinya. Istilahnya pak Presiden mencari aman. Atau dengan kata lain malas. Kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit," jelas dia.

Hal ini juga terjadi untuk KUR penempatan TKI. Dari sisi demand, KUR penempatan TKI rendah karena pada umumnya TKI mendapatkan tawaran pinjaman dari perusahaan penyalurnya.

Tawaran yang sulit ditolak karena biasanya menjadi satu paket dengan keperluan training dan lain-lain dari penyalur. Dari sisi suplai, bank seperti penyaluran KUR yang lain, memilih aman atau malas.

Untuk meningkatkan penyaluran KUR TKI, pemerintah perlu melakukan terobosan, misal mengkaitkan skim penyaluran KUR untuk TKI dengan kewajiban pembinaan TKI oleh perusahaan penyalur dan menjadi salah satu persyaratan perizinan penyaluran TKI.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ASPATAKI Dukung KUR...
ASPATAKI Dukung KUR PMI agar Terhindar dari Jeratan Rentenir
Pinjaman KUR Dorong...
Pinjaman KUR Dorong Tenaga Kesehatan Kerja di Luar Negeri
Ada Perubahan Skema...
Ada Perubahan Skema KUR Tahun 2020, Mau Tahu Apa Saja?
Ketum Kadin: Program...
Ketum Kadin: Program KUR Perumahan Berpotensi Serap 9 Juta Tenaga Kerja
KUR Punya Skema Baru:...
KUR Punya Skema Baru: Ada Tebu Rakyat, Perumahan, hingga Pekerja Migran
Lanjut hingga Akhir...
Lanjut hingga Akhir Tahun, Subsidi Bunga KUR Sudah Disalurkan ke 7,90 Juta Debitur
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
7 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
7 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
8 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
8 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
8 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
10 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved