Nelayan Sering Mengeluh Kehabisan Solar di SPBU-N

Sabtu, 24 Maret 2018 - 19:28 WIB
Nelayan Sering Mengeluh...
Nelayan Sering Mengeluh Kehabisan Solar di SPBU-N
A A A
BINTAN - Boy, nelayan Desa Sepempang juga merasakan perubahan setelah ada SPBU-N (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum-Nelayan). Dia punya tiga pompong dan bisa menghemat sampai Rp500 ribu ketimbang sebelum ada program itu. Setiap 100 liter, kata dia, bisa menghemat Rp100 ribu. Awak kapal Boy juga mendapat upah lebih besar Rp250 ribu per hari.

Hanya saja, Boy menilai ketersediaan solar di SPBU-N belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nelayan. BBM sering habis sebelum waktunya. "Ini harus menjadi perhatian pemerintah khususnya Pertamina agar bisa menambah kuota minyak solar untuk nelayan," sambung Boy, Sabtu (24/3/2018).

Nelayan di Desa Sepempang membeli solar di SPBU Nelayan milik PT Bintang Utara Mandiri. Lokasinya tak begitu jauh dari Pelabuhan Teluk Baruk, persisnya di pintu keluar pelabuhan. Stasiun pengisian BBM yang baru saja diresmikan awal Januari 2018 itu kerap sibuk melayani nelayan yang membeli solar.

SPBU-N ini menjadi tujuan nelayan dari banyak desa di Bunguran, salah satu kecamatan yang punya nelayan paling banyak di Natuna, Kepulauan Riau. Nelayan tersebut berasal dari Desa Tanjung, Kelanga, Pengadah, Sungai Ulu termasuk Desa Teluk Buton yang berada di Kecamatan Bunguran Utara.

"Antusias nelayan terhadap BBM Satu Harga ini sungguh luar biasa. Wajar kalau kuota 200 ton per bulan ini habis sebelum waktunya," kata pengawas SPBU-N tersebut, Ujang Barok, sambil menunjukkan buku penjualan.

Saat ini, kata Ujang, kuota 200 ton per bulan itu harus dibagi dengan tiga SPBU-N di Kecamatan Serasan, Pulau Laut dan Pulau Tiga. Sudah barang tentu, pihak SPBU tidak bisa memenuhi kebutuhan nelayan.

"Jangan heran terkadang ada nelayan yang marah karena sudah jauh-jauh datang kemari tetapi minyak habis. Tetapi mereka juga paham dengan jumlah minyak yang ada di SPBU kami," ungkap Ujang.

Setiap penjualan, Ujang mengaku, petugas selalu meminta nelayan menunjukkan kartu nelayan. Hal ini bertujuan agar penyaluran solar tepat sasaran.

Bagi nelayan yang tidak memiliki kartu nelayan bisa menunjukkan KTP yang menunjukkan pekerjaannya sebagai nelayan. Apalagi sebut Ujang, semenjak ada program BBM Satu Harga, banyak nelayan yang kembali aktif melaut. Alasannya adalah harga minyak tidak semahal biasanya. Dia menggambarkan kalau cuaca normal, sehari SPBU bisa menjual 3-4 ton solar.

"Jadi dengan kuota minyak Solar yang kurang dari 100 ton perbulan itu, kini tidak lagi cukup untuk melayani kebutuhan nelayan. Apalagi kuota yang semula 200 ton itu kami harus berbagi dengan tiga SPBU-N yang baru saja beroperasi," jelasnya.

Selain minyak Solar, SPBU-N PT Bintang Utara Mandiri juga menjual minyak Premium dengan harga Rp6.450 perliternya. Kehadiran SPBU-Nelayan dan Program BBM Satu Harga di Natuna jadi berita besar bagi nelayan. Mereka akhirnya merasa diperhatikan pemerintah yang datang dari PT Pertamina (Persero).

Maklum, komponen BBM bagi nelayan, menempati urutan pertama dalam listing biaya operasional selain es batu. Sekali melaut, biaya untuk BBM bisa mencapai 60-70 persen dari total biaya operasional. Karena itulah, BBM Satu Harga, sangat dinanti nelayan Natuna.

Di Kepulauan Riau, Pertamina membangun tujuh SPBU-N, lima di Natuna, satu di Anambas dan satu di Bintan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Solar Langka dan Tak...
Solar Langka dan Tak Bisa melaut, Nelayan Natuna Geruduk SPBU
Pertamina Perluas BBM...
Pertamina Perluas BBM Satu Harga di Sumbagsel, 24 SPBU Tersebar di Wilayah 3T
Curhat Nelayan Kepulauan...
Curhat Nelayan Kepulauan Seribu soal Harga BBM Naik
SPBU BBM Satu Harga...
SPBU BBM Satu Harga Perdana di Tahun Ini Diresmikan
Pertamina Resmikan SPBU...
Pertamina Resmikan SPBU BBM Satu Harga di Pangkep
Update Harga BBM Pertamina...
Update Harga BBM Pertamina Terbaru di Seluruh SPBU Indonesia 7 Februari 2024
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
22 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
27 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
43 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
45 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
49 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
49 menit yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved