Arcandra Minta Pertamina Tingkatkan Produksi Minyak Nasional

Jum'at, 30 Maret 2018 - 17:02 WIB
Arcandra Minta Pertamina...
Arcandra Minta Pertamina Tingkatkan Produksi Minyak Nasional
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar meminta PT Pertamina (Persero) sebagai National Oil Company untuk meningkatkan produksi minyak nasional. Pasalnya, kontribusinya masih belum sebesar NOC di negara lain.

"Produksi NOC di dunia umumnya lebih dari 50% dibanding produksi total nasional. Misalnya, Petrobras itu kontribusi produksinya di atas 80% dari produksi nasional Brazil. Saudi Aramco sekitar 99%, Petronas sekitar 58%. Sementara kontribusi produksi minyak Pertamina terhadap nasional baru sekitar 20%. Itulah salah satu alasan Pertamina harus lebih diperkuat, karena ketahanan energi itu dimulai dari suplai," katanya dalam rilis di Jakarta, Jumat (30/3/2018).

Sisi hilir Pertamina juga memainkan peranan yang tak kalah penting dalam mendukung keuangan korporat, terutama saat harga minyak rendah. Namun ketika harga minyak tinggi, peran sisi hulu menjadi lebih dominan.

"Perusahaan migas kelas dunia itu selalu berpijak dengan dua kaki, upstream dan downstream. Sewaktu harga minyak tinggi, upstream berjaya. Sebaliknya saat harga minyak turun, downstream yang berjaya. Ini masalah risiko, aksi korporasi yang menyeimbangkan antara risiko masa depan terhadap harga minyak," ungkap Arcandra.

Ia mengungkapkan, jawabannya adalah dengan membangun atau merevitalisasi kilang dalam rangka memitigasi risiko harga tersebut. Dengan kilang, biaya produksi BBM menjadi lebih efisien dibandingkan impor.

Arcandra menjelaskan bahwa kebutuhan BBM Indonesia sekitar 1,7 juta barel per hari (bph) dan produksi dari kilang nasional sekitar 800 ribu per hari. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan BBM (minyak olahan) nasional masih diperlukan impor sekitar 900 ribu bph.

"Spread (perbedaan) antara impor BBM dengan produksi dari kilang ini mencapai 5%. Kalau dihitung dari harga BBM RON 92 di kisaran USD72-74 per barel, maka spread-nya sekitar USD3,5 per barel. Sehari kira-kira USD3 juta, atau sekitar USD1 miliar setahun efisiensinya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipelototi Pemerintah...
Dipelototi Pemerintah dan DPR, Ini Perkembangan Alih Kelola Blok Rokan
Harga Minyak Rendah,...
Harga Minyak Rendah, Pertamina Tetap Jaga Tingkat Produksi
Harga Minyak Anjlok,...
Harga Minyak Anjlok, Pertamina Pangkas Produksi Migas
Produksi Minyak Pertamina...
Produksi Minyak Pertamina dari Luar Negeri Capai 101 Persen
Kunjungi Proyek Gas...
Kunjungi Proyek Gas JTB, Menteri ESDM Semangati Tim Menuju Fase Produksi
Tambah Produksi 751...
Tambah Produksi 751 BOPD, Produksi PEP Adera Field 500 Persen dari Target
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
27 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
45 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved