Lemahkan Daya Saing, Kadin Tolak Pengenaan Cukai Plastik

Senin, 02 April 2018 - 19:30 WIB
Lemahkan Daya Saing,...
Lemahkan Daya Saing, Kadin Tolak Pengenaan Cukai Plastik
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (‎Kadin) Indonesia menyayangkan rencana pemerintah untuk mengenakan tarif cukai ke plastik. Jika itu terjadi, pengusaha menilai akan ada dampak negatif yang cukup besar ke industri hilir, khususnya yang berskala menengah ke bawah.

Wakil Komisi Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Achmad Widjaya mengatakan, industri hilir tersebut banyak menggunakan plastik sebagai bahan baku utama dalam menjalankan bisnisnya. "Ini berdampak banyak dan multiplier effect-nya sangat negatif," tegasnya di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, pengenaan cukai plastik dipastikan akan makin membebani industri, setelah sebelumnya pemerintah sudah menaikkan tarif listrik dan gas untuk industri. Konsekuensinya, harga produk menjadi makin tidak kompetitif. Sejumlah sektor yang diperkirakan akan terkena dampak negatif aturan tersebut, di antaranya peralatan rumah tangga, automotif, kemasan, dan lainnya.

Diakuinya, pemerintah menginginkan penggunaan plasti‎k bisa dibatasi. Namun, kata dia, seharusnya tidak menggunakan cara mengenakan tarif cukai ke plastik. Pemerintah diminta bisa memberikan edukasi ke masyarakat terkait bahaya sampah plastik.

"Kenapa tidak disuruh daur ulang. Itu akan menjadi industri. Kalau dengan cara mengenakan tarif cukai ke plastik, itu hambatan bagi banyak industri. Seharusnya masyarakat itu dididik, biar daur ulang sampah plastik bisa menjadi industri bagi masyarakat," cetusnya.

Plastik bekas pakai menurutnya bisa menjadi bahan campuran berbagai produk lainnya, mulai dari bahan campuran aspal, material konstruksi, dan lain sebagainya.

Penolakan Kadin tersebut mendapat dukungan Komisi VI DPR. Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah Zubir menegaskan, pihaknya juga tidak setuju dengan rencana tersebut. Pengenaan cukai plastik disebut bukan jalan keluar yang terbaik bagi pemerintah dalam mengurangi sampah plastik.

‎"T‎ujuannya kan membatasi sampah plastik. Bukan jadi jalan keluar baik untuk pemerintah. Plastik yang digunakan masyarakat ke yang lain. Di Eropa, plastik yang sudah bekas pakai akan diolah lebih lanjut oleh menjadi bahan baku untuk industri lainnya," ujar dia.

Karena itu, kata dia, rencana pemerintah mengenakan cukai plastik harus ditinjau ulang. "Cukai plastik tidak bisa‎ dilakukan, dan kami akan minta aturan tersebut ditinjau ulang. Tidak realistislah. Kalau ini diterapkan, berpengaruh ke banyak sektor, masyarakat lagi yang akan menangung beban ini," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polemik Barang Kena...
Polemik Barang Kena Cukai di Indonesia
Hanya 3 Obyek Cukai...
Hanya 3 Obyek Cukai di Indonesia Selama Puluhan Tahun, Saatnya Perluasan
Kadin Minta Bea Cukai...
Kadin Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal di Jatim
Tarif Cukai Plastik...
Tarif Cukai Plastik Belum Bisa Jalan Sebelum Ada PP
Jadi Mitra Kemendikbudristek,...
Jadi Mitra Kemendikbudristek, Mondelez Indonesia Tingkatkan Edukasi #BijakPlastikSejakDini
Efek Domino Penarikan...
Efek Domino Penarikan Cukai Plastik: Bisa Hilangkan Pendapatan Nasional Rp6,7 Triliun
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
24 menit yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
33 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
54 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved