Rinjani Travel Mart 3 Targetkan Transaksi Rp40 Miliar

Rabu, 04 April 2018 - 23:33 WIB
Rinjani Travel Mart...
Rinjani Travel Mart 3 Targetkan Transaksi Rp40 Miliar
A A A
JAKARTA - Target tinggi dicanangkan dalam Rinjani Travel Mart (RTM) 3. Pameran pariwisata yang diinisiasi Association Of The Indonesia Tours and Travel Agency (Asita) Nusa Tenggara Barat (NTB), diharapkan meraih transaksi hingga Rp40 miliar. Event ini pun mendapat dukungan penuh Kementerian Pariwisata.

RTM 3 akan digelar 4 hingga 5 April 2018. Lokasinya di Hotel Golden Palace Mataram. Event ini akan diikuti 50 sellers dari hotel dan travel agent di NTB. Sebanyak 200 buyers dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Vietnam akan ambil bagian. Malaysia menjadi negara penyumbang buyers terbanyak. Tercatat 40 travel agen asal negeri jiran itu akan hadir.

Menurut Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, Rinjani Travel Mart 3 bertujuan mempromosikan Mandalika dalam kegiatan direct selling. Mandalika adalah satu dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

"RTM kali ini juga dalam rangka mendukung promosi Mandalika sebagai salah satu 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Total ada tiga destinasi utama yang menjadi prioritas Bappenas yang dipantau Kantor Staf Presiden (KSP)," ujar Pitana, didampingi, Asisten Deputi Pemasaran Area II Regional III Ricky Fauzi dalam keterangan resmi, Rabu (4/4).

Menurutnya, hal itu dilakukan agar industri pariwisata, khususnya tour agent dan tour operators dapat menjual paket-paket wisata tematik. Diantaranya, paket wisata Ramadan.

Pitana juga menjelaskan, RTM 3 cukup berbeda dengan penyelenggaraan Travel Mart lain. Dalam RTM III, hubungan bisnis antara pelaku usaha dengan customer, nominal transaksinya bisa diketahui saat acara berlangsung.

"Kalau RTM ketiga ini kan antara B to B. Jadi bisa saja dia baru ambil paket untuk beberapa bulan ke depan. Harapan kami bisa ada potensi transaksi, baik langsung maupun bulan berikutnya," kata Pitana yang diamini Ricky.

Terpisah, Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka menambahkan, tahun lalu RTM 2 sukses mengantarkan anggota ASITA melampaui sejumlah transaksi.

"Tahun lalu, transaksi di RTM kedua berhasil melampaui target yang kami tetapkan. Tahun ini kami harapkan minimal mengulang sukses RTM sebelumnya. Kami harapkan transaksi bisa melebihi target yang sudah kami tetapkan. Kami optimis bisa terlampaui, karena jumlah buyers yang kami undang tahun ini lebih banyak. Target transaksi dari RTM ketiga bisa mencapai Rp40 miliar. Hitungannya bila satu buyers membeli paket wisata senilai Rp200 juta, maka total transaksi akan menyentuh angka Rp40 miliar," jelas Dewantoro.

Dewantoro juga semakin optimis target Rp40 Miliar akan tercapai. Sebab destinasi wisata di Lombok kini sedang mengalami perkembangan. Terlebih sejak dibukanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang diresmikan oleh Presiden Jokowi tahun 2017.

Agenda-agenda seperti RTM ini, lanjut Dewantoro, menjadi penting. Mengingat kontribusi yang diberikan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan ke depan. Kalangan agen wisata yang datang dari luar tentu akan melakukan evaluasi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, ada banyak sisi positif dari RTM 3. Di acara tersebut, akan bertemu dengan ratusan buyer dan seller dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Selain itu bakal menghemat waktu, karena hanya berlangsung dalam tiga hari.

"Tentu saja akan hemat biaya promosi, karena akan terjadi deal dengan banyak buyer dan seller dalam satu tempat," ujarnya.

Lebih lanjut Menpar Arief menambahkan, acara seperti ini akan mempererat jaringan bisnis. Juga, meningkatkan potensi penjualan dengan ratusan buyer serta seller. Tidak hanya dari Indonesia, juga mancanegara. "Sudah terbukti pasti memberikan banyak manfaat, apalagi ini sudah digelar untuk keempat kalinya," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenparekraf Sosialisasikan...
Kemenparekraf Sosialisasikan Panduan CHSE untuk Penyelam di Labuan Bajo
Bong Kendi Jadi Ikon...
Bong Kendi Jadi Ikon Gerakan BISA di Desa Wisata Tete Batu
Citilink Buka 4 Rute...
Citilink Buka 4 Rute Penerbangan Baru di Nusa Tenggara Timur
Kunker ke NTT, Jokowi...
Kunker ke NTT, Jokowi Resmikan Sejumlah Infrastruktur Pendukung Pariwisata
New Normal, Kawasan...
New Normal, Kawasan Nusa Dua Jadi Pilot Project Pariwisata CHS
KEMBERIN Siap Gotong...
KEMBERIN Siap Gotong Royong dengan Pemerintah Bangkitkan Industri Pariwisata Indonesia
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
20 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved