Ewindo Gunakan 30% Dana Operasional untuk R&D

Jum'at, 06 April 2018 - 04:00 WIB
Ewindo Gunakan 30% Dana...
Ewindo Gunakan 30% Dana Operasional untuk R&D
A A A
JAKARTA - PT East West Seed Indonesia (Ewindo) produsen benih sayuran hibrida menyiapkan 30% dari total biaya operasi (OPEX) di 2018 untuk kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D), khususnya pengembangan sumber daya manusia di bidang pemuliaan tanaman.

"Investasi terbesar perusahaan yang bergerak di bidang perbenihan adalah riset dan pengembangan. Tanpa didukung itu bagaimanapun canggihnya marketing yang dijalankan akan percuma saja," kata Managing Director Ewindo, Glenn Pardede di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Glenn mengatakan, Ewindo akan mengalokasikan lebih besar lagi di 2019 sekitar Rp150 miliar masih untuk R&D, di diantaranya untuk infrastruktur DNA Marker. Sebagai sumbangannya di bidang perbenihan, Ewindo telah membangunkan pusat berbenihan (seed center) berkerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM).

"Kami investasi Rp3 miliar meliputi bangunan, peralatan, dan teknologi, serta bantuan pengelolaannya. Ke depannya, fasilitas Pusat Perbenihan itu akan menjadi milik UGM," katanya.

Glenn mengatakan, melalui pusat perbenihan tersebut Ewindo ikut melestarikan plasma nutfah sayuran asal Indonesia untuk itu pihaknya akan melakukan pendampingan sampai bisa mandiri termasuk pelatihan bagi operator di Taiwan.

Di dalamnya sudah memiliki ruang pendingin (cold storage) untuk menyimpan benih beku. Ke depannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan benih sampai ke tahapan komersial.

Menurut Glenn, Indonesia seharusnya memiliki fasilitas semacam ini. Tujuannya untuk pengembangan varietas atau benih unggul dan berkualitas, butuh waktu 10 tahun untuk pengembangan benih sampai tahapan komersial.

Glenn mengatakan pusat R&D sangat penting mengingat penyakit dan iklim juga selalu berubah sehingga menuntut benih unggul dan berkualitas. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat mengalokasikan biaya R&D lebih besar lagi, khususnya untuk hortikultura.

Peneliti senior Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ahmad Riyadi menyampaikan sejumlah tantanganan yang dihadapai perbenihan nasional, antara lain ketersedian benih bermutu yang belum mencukupi dan kelembagaan perbenihan yang belum optimal.

Saat ini, 50% benih holtikultura Indonesia sangat tergantung pada benih impor. "Penelitian untuk menghasilkan varietas baru yang berorientasi pasar masih terbilang masih minim. Ketersediaan benih mutu masih terbatas. Sarana produksi benih dan SDM yang masih terbatas, saat ini kita sangat tergantung benih Impor" ujarnya.

Pemerintah di beberapa daerah dinilai kurang mendukung berkembangnya kelembagaan perbenihan. Hal itu ditambah pengawasan dan sertifikasi benih yang belum optimal.

"Alhasil, koordinasi antara pengembangan dan penyediaan benih belum maksimal. Misalnya, ada varietas unggul pada peneliti yang sudah dilepas, tapi belum juga dikembangkan," kata Ahmad.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ewindo Tingkatan Daya...
Ewindo Tingkatan Daya Saing dengan Penggunaan Teknologi Agroindustri
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Industri Hortikultura...
Industri Hortikultura Menjanjikan, EWINDO Bangun Fasilitas Penelitian & Pengembangan Baru
Misi Perdagangan Belanda...
Misi Perdagangan Belanda Kunjungi Fasilitas Produksi Benih Hortikultura EWINDO
Sediakan Benih Sayuran...
Sediakan Benih Sayuran Berkualitas, Ewindo Dukung Budidaya Hidroponik
EWINDO Sabet Tiga Penghargaan...
EWINDO Sabet Tiga Penghargaan SPEx2 2025
Berita Terkini
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
24 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
33 menit yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
45 menit yang lalu
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
1 jam yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
1 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved