Petani Maksimalkan Pemanfaatan Aliran Sungai Bengawan Solo

Selasa, 10 April 2018 - 23:03 WIB
Petani Maksimalkan Pemanfaatan...
Petani Maksimalkan Pemanfaatan Aliran Sungai Bengawan Solo
A A A
JAKARTA - Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) mendorong pemanfaatan aliran sungai Bengawan Solo, tidak hanya untuk sektor pertanian tetapi juga keperluan sehari-hari. Aliran sungai Bengawan Solo yang melewati Kabupaten Madiun, Ngawi, Blora, Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan berakhir di Gresik dinilai seharusnya menjadi berkah tersendiri.

"Sebagai penyedia air irigasi pertanian, selain telah dibangun waduk seperti Waduk Gajah Mungkur yang mampu menyediakan air bagi lahan seluas 8.800 ha, juga telah dimanfaatkan beberapa kelompok tani dengan cara menyedot menggunakan mesin pompa kapasitas besar," terang Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Tirtotinoto Kasadi.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan HIPPA Tirtotinoto berada di kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Kinerja mereka telah dapat memindahkan sebagian air sungai itu ke lahan petani di daerah tersebut.

"Memberikan kemakmuran pada ratusan petani karena indeks pertanaman (IP) meningkat. Luas lahan yang bisa terairi mencapai lebih dari 500 hektar. Yang awalnya lahan tersebut hanya satu atau dua kali tanam menjadi dua sampai tiga kali tanam. Produktivitaspun meningkat karena air mencukupi untuk pertumbuhan tanaman," ucapnya.

Meniru keberhasilan HIPPA Tirtotinoto, Ketua Gapoktan Truni makmur Abdul Hadi turut menerapkannya di Lamongan. Tepatnya di desa Truni kecamatan Babat kabupaten Lamongan.

Gapoktan ini melalui bantuan pemerintah telah membangun rumah pompa di pinggir sungai Bengawan Solo. Dilengkapi dengan pompa besar ukuran 8 inchi, mampu menyedot air hingga15.000 liter per menit. Disambungkan dengan pipa besar untuk terhubung ke saluran air menuju lahan sawah petani. Saluran ini akan mampu memberikan pengairan pada luasan 400 hektar.

"Kiranya pompanisasi ini perlu dicontoh oleh daerah-daerah lainnya, khususnya yang memiliki lahan yang sering kekeringan, padahal berada di pinggir sungai yang tak pernah kering," jelasnya
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementan Prioritaskan...
Kementan Prioritaskan Bangun Generasi Muda Pertanian
Keterbelakangan Teknologi,...
Keterbelakangan Teknologi, Petani Hadapi Krisis PR
Menjaga Keberlanjutan...
Menjaga Keberlanjutan Pertanian RI Lewat MoU Duta Petani Milenial-PT Tsamarot
Eksportir Muda Berhasil...
Eksportir Muda Berhasil Kirim 1 Ton Jengkol ke Jepang
Jaga Keseimbangan Sistem,...
Jaga Keseimbangan Sistem, Kementan Perkuat Regenerasi Petani
Tingkatkan Jumlah Petani...
Tingkatkan Jumlah Petani Muda untuk Ketahanan Pangan Nasional
Berita Terkini
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
12 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Lumba-Lumba...
Ratusan Lumba-Lumba Mati Akibat Sungai Amazon Kering
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved