Rupiah Sesi Siang Lesu Iringi Kejatuhan IHSG
Kamis, 12 April 2018 - 12:59 WIB
Rupiah Sesi Siang Lesu Iringi Kejatuhan IHSG
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sesi perdagangan siang, Kamis (12/4/2017) tergelincir untuk kembali ke zona merah, setelah kemarin sempat mencatatkan hasil positif. Kejatuhan bursa saham Tanah Air mengiringi rupiah yang hingga sesi I masih terlihat lesu.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan siang ini berkutat di zona merah usai kehilangan 58,10 poin yang setara 0,91% ke level 6.302,84 setelah pagi tadi mengawali perdagangan hari ini turun 10.740 poin (0,169%) menjadi 6.350,19 poin dibandingkan penutupan Rabu (11/4) sebesar 6.360,93 poin.
Transaksi bersih asing minus Rp281,50 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,16 Triliun dan aksi beli asing mencapai Rp885,56 miliar. Tercatat 139 saham naik, 188 turun dan 143 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA). Sementara, beberapa saham mengalami pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS).
Di sisi lain pada pasar mata uang, menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.770/USD atau menyusut dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.757/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.748-Rp13.770/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.775/USD atau sedikit lebih rendah dari penutupan kemarin di posisi Rp13.759/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.755-Rp13.778/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih tertekan ke level Rp13.763/USD. Rupiah terlihat masih tidak berdaya dibandingkan penutupan kemarin di level Rp13.755/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.763/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu dari posisi sebelumnya Rp13.747/USD.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan siang ini berkutat di zona merah usai kehilangan 58,10 poin yang setara 0,91% ke level 6.302,84 setelah pagi tadi mengawali perdagangan hari ini turun 10.740 poin (0,169%) menjadi 6.350,19 poin dibandingkan penutupan Rabu (11/4) sebesar 6.360,93 poin.
Transaksi bersih asing minus Rp281,50 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,16 Triliun dan aksi beli asing mencapai Rp885,56 miliar. Tercatat 139 saham naik, 188 turun dan 143 saham mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), PT Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) dan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA). Sementara, beberapa saham mengalami pelemahan yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Astra International Tbk. (ASII) serta PT Tembaga Mulia Semanan Tbk. (TBMS).
Di sisi lain pada pasar mata uang, menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.770/USD atau menyusut dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.757/USD. Rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.748-Rp13.770/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini berada pada level Rp13.775/USD atau sedikit lebih rendah dari penutupan kemarin di posisi Rp13.759/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.755-Rp13.778/USD.
Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan, rupiah siang ini masih tertekan ke level Rp13.763/USD. Rupiah terlihat masih tidak berdaya dibandingkan penutupan kemarin di level Rp13.755/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah siang ini tertahan di level Rp13.763/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih lesu dari posisi sebelumnya Rp13.747/USD.
(akr)