Hingga Maret 2018, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp233,95 T

Senin, 16 April 2018 - 17:50 WIB
Hingga Maret 2018, Belanja...
Hingga Maret 2018, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp233,95 T
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan bahwa hingga 31 Maret 2018 realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp233,95 triliun. Realisasi ini mencapai 16,08% dari target di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar Rp1.454,49 triliun.

Menurut dia, realisasi belanja pemerintah pusat tersebut lebih tinggi dari realisasi periode sama tahun lalu yang sebesar Rp204,84 triliun. Realisasi belanja pemerintah pusat ini terdiri atas belanja kementerian dan lembaga (K/L) sebesar Rp103,14 triliun atau 12,17% dari APBN 2018, dan belanja non K/L sebesar Rp130,81 triliun atau 21,55% dari target di APBN 2018.

"Realisasi belanja hingga 31 Maret 2018 total K/L membelanjakan Rp103,1 triliun. Terdiri dari belanja pegawai Rp40,4 triliun, belanja barang Rp35,2 triliun, belanja modal Rp9,7 triliun, dan bansos Rp17,9 triliun. Dari sisi growth tumbuh positif kecuali belanja modal, karena APBN kita belanja modalnya lebih sedikit dibanding APBNP tahun lalu," katanya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Menurutnya, penyerapan belanja K/L hingga Maret 2018 lebih tinggi sekitar 11,6% dari realisasi pada periode sama tahun 2017. Hal ini terutama didorong oleh tingginya realisasi belanja barang dan bantuan sosial. Hingga Maret 2018, belanja bantuan sosial sudah mencapai Rp17,9 triliun. Padahal, di periode sama tahun lalu baru mencapai Rp9,5 triliun.

"Dari sisi jumlah absorbsinya, ini berarti Rp17,9 triliun itu 23,2% dari total alokasi belanja sosial. Tahun lalu hanya 17,5%. Ini kita harapkan bisa membuat masyarakat kita momentum growth-nya positif dan masyarakat yang rentan bisa mendapatkan bansos dan perlindungan negara," imbuh dia.

Sementara belanja non K/L, lanjut dia, terdiri dari pembayaran bunga utang sebesar Rp68,46 triliun, belanja subsidi sebesar Rp25,29 triliun, dan belanja lainnya sebesar Rp0,40 miliar.

"Subsidi mencapai Rp25,3 triliun atau lebih tinggi dua kali lipat dari tahun lalu yang Rp12,3 triliun. Ini yang harus dijaga secara hati-hati," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belanja Negara Kuartal...
Belanja Negara Kuartal I-2020 Tembus Rp452,4 Triliun
APBN 2026 Disetujui...
APBN 2026 Disetujui DPR, Belanja Negara Tembus Rp3.842,72 Triliun
Ada Platform Pembayaran...
Ada Platform Pembayaran Pemerintah, Belanja APBN Jadi Mudah dan Efisien
Defisit APBN Mei Sentuh...
Defisit APBN Mei Sentuh Rp21 Triliun, Belanja Negara Tembus Rp1.016,3 Triliun
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
59 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang PPKM Level 4 Hingga 9 Agustus 2021
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved