Inflasi Indonesia Masih Tertinggi di ASEAN

Rabu, 18 April 2018 - 11:49 WIB
Inflasi Indonesia Masih...
Inflasi Indonesia Masih Tertinggi di ASEAN
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan inflasi tahun ini tetap terjaga dan akan terus sebagaimana yang diharapkan. Tahun ini, inflasi tahunan diperkirakan mencapai 3,4%. Angka moderat versi pemerintah ini bertolak belakang dengan Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Indef menilai inflasi sebesar 3,4% merupakan tertinggi di ASEAN. Indef menilai inflasi Indonesia masih tinggi dibandingkan Thailand yang juga merupakan negara berkembang. Adapun inflasi Thailand berada di sekitar 2%.

"Thailand inflasinya lebih rendah dibandingkan Indonesia yang inflasinya 3,6% di tahun 2017. Dan tahun ini inflasi 3,4%. Ini tertinggi di ASEAN. Kita paling tinggi inflasinya, dan Thailand itu rendah sekali, hanya 2%," ujar Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Lanjutnya, inflasi tinggi ini dikarenakan Indonesia terus mengimpor beras. Bahkan keran impor beras lebih tinggi dibandingkan produksi beras lokal. Padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris.

"Negara eksportir pangan wajar inflasinya stabil. Stabilitas perekonomian dari sisi inflasi itu hubungan erat dalam membangun perekonomian. Tetap saja hasil devisa kita keluar lagi buat beli pangan. Ekspor kita masih rendah dan pendapatan devisa kita masih rendah dan susah ekspor," tukasnya.

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi periode Maret 2018 mencapai 0,20%. Realisasi inflasi bulan kemarin sedikit lebih tinggi dibanding Februari 2018 yang sebesar 01,7%.

Jika lihat dari tahun ke tahun (year on year/yoy), inflasi pada Maret 2018 lebih kecil dibanding dua tahun sebelumnya. Dimana pada Maret 2017, inflasi yoy sekitar 3,61% dan pada 2016 inflasi yoy sekitar 4,45%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Deflasi Kembali Terjadi...
Deflasi Kembali Terjadi di Agustus 2020, BPS Catat Sebesar 0,05%
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved