Indef Nilai Stabilitas Mata Uang Indonesia Tertinggal dari Thailand

Rabu, 18 April 2018 - 13:20 WIB
Indef Nilai Stabilitas...
Indef Nilai Stabilitas Mata Uang Indonesia Tertinggal dari Thailand
A A A
JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai tidak hanya inflasi, stabilitas mata uang Indonesia yaitu rupiah tertinggal dari mata uang Thailand, baht.

Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto mengatakan, kendati baht Thailand lebih rendah, namun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sangat lebih rendah. Hal ini, kata Eko, menunjukkan perekonomian di Indonesia belum cukup stabil.

"Tren nilai mata uang Thailand turun tapi kita lebih turun hingga Rp13.700 per dolar. Itu mengguncang sekali. Dan ini tidak ada yang bisa mencegah stabilitas nilai tukar rupiah," ujar Eko di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Menurut Indef, lemahnya nilai tukar ini disebabkan oleh tingginya biaya impor, salah satunya impor pangan. "Jadi penting bagi kita menjaga stabilitas pangan. Sebab impor beras kita lebih banyak dibandingkan produksinya," katanya. Dan hal ini berdampak pada stabilitas kurs rupiah.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonom Indef: Redenominasi...
Ekonom Indef: Redenominasi Rupiah Tidak Tepat Dilakukan Saat Krisis
Dua Pentolan Indef Rayakan...
Dua Pentolan Indef Rayakan Ulang Tahun, Theo Sambuaga: Ucapkan Selamat
Rupiah Tetap Adem Meski...
Rupiah Tetap Adem Meski Ekonomi Minus 5,32%, Ini Penyebabnya
Ekonom Indef: Pertanian...
Ekonom Indef: Pertanian Tumbuh 1,84 Persen, Jadi Bantalan Resesi Selama Pandemi
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Pengangguran Masih Tinggi,...
Pengangguran Masih Tinggi, Indef Beberkan Solusi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved