Perbaikan Iklim Investasi Tidak Menjamin Produksi Migas Meningkat

Kamis, 19 April 2018 - 14:06 WIB
Perbaikan Iklim Investasi...
Perbaikan Iklim Investasi Tidak Menjamin Produksi Migas Meningkat
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan, saat ini blok-blok migas yang dilelang pemerintah sudah mulai laku dan dilirik investor. Hal ini diklaim seiring dengan diubahnya rezim fiskal cost recovery menjadi gross split.

Dia menyebutkan, tahun ini, pemerintah membuka penawaran terhadap lima blok migas direct over dan 26 blok migas nonkonvensional dilakukan penawaran secara langsung. Dari lima blok migas yang ditawarkan, empat diantaranya dilirik investor dan mereka telah mengajukan dokumen penawaran.

"Untuk direct over, lima yang kita tawarkan, empat company sudah menawarkan dokumen penawaran. Yang penawaran langsung (26 blok) akan ditutup pada Juni," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Kendati mulai dilirik investor, mantan Menteri ESDM ini mengaku tak bisa memastikan bahwa blok-blok tersebut akan langsung meningkatkan produksi migas nasional. Sebab, kegiatan eksplorasi merupakan kegiatan jangka panjang yang membutuhkan waktu minimal enam hingga sepuluh tahun.

"Dengan lakunya beberapa blok, sekarang apakah berarti produksi bisa naik? Kalau kita perbaiki lewat exploration blok, saya tadi katakan eksplorasi butuh waktu enam sampai 10 tahun," imbuh dia.

Menurutnya, hal ini barulah langkah awal untuk memperbaiki produksi migas nasional. Setelah kegiatan eksplorasi dilakukan, masih butuh waktu lima hingga 10 tahun lagi untuk tahap declaration of discovery.

"Kalau dia declare pada tahun keenam atau kesepuluh, maka butuh waktu lima sampai 10 tahun lagi dari declaration of discovery. Jadi production itu paling cepat 15-20 tahun lagi impactnya," tuturnya.

Arcandra menambahkan, bisnis migas bukanlah bisnis yang singkat. Jadi, perbaikan yang terjadi saat ini terhadap iklim investasi di migas tidak menjamin produksi migas nasional akan naik dengan segera.

"Perbaikan mulai dari eksplorasi itu tidak menjamin production akan naik lima tahun lagi. Dalam oil and gas itu tidak ada yang membalik telapak tangan," tandas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Hemat Devisa USD14 M...
Hemat Devisa USD14 M per Tahun, RI Uber Target Produksi Minyak 1 Juta BOPD
Daftar Terbaru 10 Produsen...
Daftar Terbaru 10 Produsen Migas Terbesar di Indonesia per Juni 2024
Kementerian ESDM Bakal...
Kementerian ESDM Bakal Lelang 3 WK Migas Terminasi Akhir Tahun Ini
Lifting Migas Melempem...
Lifting Migas Melempem di 2023, Ini Strategi Dongkrak Produksi di 2024
Hadapi 2030 Pemerintah...
Hadapi 2030 Pemerintah Siapkan Tiga Jurus Kembangkan Migas Non-Konvensional
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
32 menit yang lalu
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
49 menit yang lalu
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
1 jam yang lalu
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
1 jam yang lalu
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved