Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Minggu, 09 Juni 2024 - 11:25 WIB
loading...
Kementerian ESDM meyakini investasi migas di dalam negeri akan semakin bergairah dengan insentif dan kebijakan pendukung lainnya. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Guna mendorong temuan cadangan baru untuk mendongkrak produksi migas dalam negeri secara signifikan melalui eksplorasi yang semakin masif, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menyempurnakan kebijakan insentif eksplorasi maupun eksploitasi.
Selain itu, Kementerian ESDM juga memperbaiki kebijakan regulasi pendukung lainnya yang saat ini sedang difinalisasi. Dengan upaya-upaya itu, investasi migas ke depan diyakini akan semakin bergairah, utamanya gas bumi sebagai bagian dari transisi energi.
Baca Juga: Mengenal WK Rokan: Blok Migas Terbesar dan Paling Produktif dalam Sejarah Perminyakan RI
"Giant discovery minyak bumi terakhir Blok Cepu awal tahun 2000-an. Namun untuk gas bumi ada giant discovery dalam 2 tahun terakhir yaitu di Blok South Andaman, Blok Andaman II dan Blok North Ganal. Kementerian ESDM telah melakukan perbaikan kebijakan maupun insentif hulu migas agar eksplorasi lebih menarik. Selain itu, kebijakan baru, juga sedang disiapkan," ungkap Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto di Jakarta, Minggu (9/6/2024).
Setidaknya ada tiga kebijakan besar yang membuat kegiatan migas lebih menarik dalam 3 tahun terakhir. Pertama, kebijakan perbaikan ketentuan lelang dan kontrak blok migas. Ini mencakup antara lain, split kontraktor bisa mencapai 50%, signature bonus minimum, lelang penawaran langsung blok migas tanpa joint study, bank garansi lebih murah, dan jenis kontrak bisa gross split maupun cost recovery.
"Bukti bahwa kebijakan perbaikan ini berhasil yaitu telah didapat 21 blok migas baru sejak perbaikan ini dilakukan tahun 2021. Jumlah blok baru tersebut meningkat dibanding periode sebelum kebijakan diterapkan. Saat ini, Kementerian ESDM punya tabungan lebih dari 50 blok migas yang sedang di-review untuk dilelangkan dalam beberapa tahun kedepan," ujar Ariana.
Baca Juga: Belanda Marah setelah Kapal Perangnya Dikepung Jet-jet Tempur China
Selain itu, Kementerian ESDM juga memperbaiki kebijakan regulasi pendukung lainnya yang saat ini sedang difinalisasi. Dengan upaya-upaya itu, investasi migas ke depan diyakini akan semakin bergairah, utamanya gas bumi sebagai bagian dari transisi energi.
Baca Juga: Mengenal WK Rokan: Blok Migas Terbesar dan Paling Produktif dalam Sejarah Perminyakan RI
"Giant discovery minyak bumi terakhir Blok Cepu awal tahun 2000-an. Namun untuk gas bumi ada giant discovery dalam 2 tahun terakhir yaitu di Blok South Andaman, Blok Andaman II dan Blok North Ganal. Kementerian ESDM telah melakukan perbaikan kebijakan maupun insentif hulu migas agar eksplorasi lebih menarik. Selain itu, kebijakan baru, juga sedang disiapkan," ungkap Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Ariana Soemanto di Jakarta, Minggu (9/6/2024).
Setidaknya ada tiga kebijakan besar yang membuat kegiatan migas lebih menarik dalam 3 tahun terakhir. Pertama, kebijakan perbaikan ketentuan lelang dan kontrak blok migas. Ini mencakup antara lain, split kontraktor bisa mencapai 50%, signature bonus minimum, lelang penawaran langsung blok migas tanpa joint study, bank garansi lebih murah, dan jenis kontrak bisa gross split maupun cost recovery.
"Bukti bahwa kebijakan perbaikan ini berhasil yaitu telah didapat 21 blok migas baru sejak perbaikan ini dilakukan tahun 2021. Jumlah blok baru tersebut meningkat dibanding periode sebelum kebijakan diterapkan. Saat ini, Kementerian ESDM punya tabungan lebih dari 50 blok migas yang sedang di-review untuk dilelangkan dalam beberapa tahun kedepan," ujar Ariana.
Baca Juga: Belanda Marah setelah Kapal Perangnya Dikepung Jet-jet Tempur China
Lihat Juga :