Swasta Diberi Porsi Besar Garap Proyek Infrastruktur

Jum'at, 27 April 2018 - 20:08 WIB
Swasta Diberi Porsi...
Swasta Diberi Porsi Besar Garap Proyek Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, perusahaan swasta diberi kesempatan besar untuk menggarap proyek infrastruktur oleh pemerintah. Dari total kebutuhan investasi Rp4.796,2 triliun, yang ditangani APBN dan APBD sebesar 41,3%, BUMN 22,2% dan swasta 36,5%.

Deputi bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan, swasta bisa masuk sebagai investor ataupun kontraktor. Sebelum itu mereka lebih dulu harus ikut dalam tender proyek. "Semuanya melalui tender, ditenderkan. Jadi swasta yang siap ya ikut, kita ingin dapat nilai yang terbaik," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Terkait strategi pendanaan infrastruktur, Wismana menegaskan, tentunya tidak bisa pemerintah sendirian. Harus ada kerangka pembiayaan yang mendorong peran swasta, termasuk di antaranya melalui KPBU dan PINA.Kendati mengajak swasta, negara tetap melakukan pengawasan agar tidak ada kerugian di proyek infrastruktur. Apalagi, mereka masuk di pembiayaan dan pengoperasian.

Wismana menyampaikan, proses pengawasan bisa memberikan hasil yang lebih cepat dan berkualitas. Sebab, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan. "Pasalnya pascakrisis ada gap infrastruktur yang cukup tinggi. Ketika bicara tentang pembangunan nasional, itu jangkanya panjang," katanya.

Terkait infrastruktur, Bappenas juga meyakini negara akan punya penghasilan tinggi jika pembangunan lebih cepat. Namun hingga beberapa tahun setelah krisis 1998, infrastruktur sebagai motor pertumbuhan masih berkualitas rendah yakni 38% dari PDB. "Maka dari itulah, kita dorong dari pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur ditujukan untuk pemenuhan infrastruktur pelayanan dasar, perkotaan dan pendukung sektor unggulan. Transportasi sendiri menjadi salah satu terpenting karena 52% penduduk sudah hidup di daerah urban.

Sementara itu, konektivitas fisik harus dibangun untuk berbagai sektor unggulan, termasuk pariwisata serta menurunkan biaya logistik. Beberapa pembangunan terkait ini disebutkan Wismana yakni bandara, kereta api, tol dan lainnya. "Misalnya untuk mendukung 10 kawasan Bali baru. Ujung dari segala pembangunan infrastruktur tersebut, ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bappenas Beberkan 4...
Bappenas Beberkan 4 Terobosan Pembiayaan untuk Pembangunan Infrastruktur
Indonesia Butuh Rp2.085...
Indonesia Butuh Rp2.085 Triliun untuk Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
Infrastruktur dan Pembiayaan
Infrastruktur dan Pembiayaan
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Kebutuhan Infrastruktur:...
Kebutuhan Infrastruktur: Pembiayaan Alternatif?
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
55 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
11 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
11 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved