Data Pangan Satu Pintu, Bulog Diminta Mengacu ke BPS

Sabtu, 28 April 2018 - 21:03 WIB
Data Pangan Satu Pintu,...
Data Pangan Satu Pintu, Bulog Diminta Mengacu ke BPS
A A A
JAKARTA - Sinkronisasi data pangan masih menjadi persoalan klasik antar Kementerian dan Lembaga sehingga mempersulit penanganan masalah pangan. Seperti diketahui selama ini banyak data yang berbeda antara Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog terkait pasokan, produksi hingga harga pangan.

Lantaran hal tersebut Ombudsman Republik Indonesia (RI) meminta agar data harga pangan di Indonesai hanya melalui satu pintu, yakni lewat Badan Pusat Statistik (BPS). "Berdasarkan kajian dan investigasi kami dari setahun yang lalu, kita Ombusdman sudah memberikan saran kembalikan otoritas itu kepada BPS. Jadi data pangan atau data apapun sesuai undang-undang statistik," ujar Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari Soebekty di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Sambung dia menerangkan, BPS sudah seharusnya memiliki otoritas sehingga data yang dikeluarkan nantinya menjadi resmi untuk kemudian menjadi pegangan bagi semua. Di sisi lain terkait adanya mafia beras, menurutnya Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso yang baru menjabat harus bekerja sama dengan stakeholder lainnya.

"Memberantas mafia pangan, kalau benar itu ada menjadi tugasnya kepolisian. Situasi harus fair bagi selurunya, pengamanan tadi khusus untuk kepentingan yang ditugaskan oleh pemerintah," terang dia.

Sebelumnya Dirut Bulog Budi Waseso menegaskan akan memberantas oknum-oknum yang mempermainkan harga beras, lantaran menyangkut masalah perut masyarakat Indonesia. Menurut pria yang akrab di sapa Buwas ini, beras merupakan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Dan dalam agama, kata dia, mempermainkan kebutuhan masyarakat merupakan dosa besar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Buah Jadi Bagian...
Anak Buah Jadi Bagian Mafia Pangan, Buwas Ancam Pecat 100 Karyawan
Penuhi Kebutuhan Pangan...
Penuhi Kebutuhan Pangan Nasional, Bulog Gandeng Perusahaan Asal India
Buwas Sebut Tidak Perlu...
Buwas Sebut Tidak Perlu Terlalu Risau dengan Ancaman Krisis Pangan
Kemandirian Pangan di...
Kemandirian Pangan di Indonesia Timur Rendah, Ini Penjelasan Bulog
Jaga Ketahanan Pangan,...
Jaga Ketahanan Pangan, Bulog Halalkan Impor
Revitalisasi Bulog sebagai...
Revitalisasi Bulog sebagai Benteng Ketahanan Pangan Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved