Kemandirian Pangan di Indonesia Timur Rendah, Ini Penjelasan Bulog
Selasa, 14 Juli 2020 - 13:55 WIB
loading...
Daerah dengan tingkat kemandirian pangan rendah, di posisi nomor satu adalah Papua dengan persentase hanya di 1,8%, posisi kedua Papua Barat 2,2% dan di posisi ketiga Maluku dengan persentase 3,6%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks ketahanan pangan global Indonesia berdasarkan data the economic intelligence unit menunjukkan adanya peningkatan tiap tahunnya. Pada tahun 2015, Indonesia masih berada di angka 46,7% sementara itu di tahun 2019 meningkat pesat mencapai 62,6%.
Dalam data tersebut juga dicantumkan daerah-daerah dengan tingkat kemandirian pangan yang tinggi hingga rendah. Untuk daerah dengan tingkat kemandirian pangan tertinggi dipimpin oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan persentase 6%, disusul Gorontalo dengan angka yang sama dan posisi ketiga Kalimantan Selatan dengan angka 5,9%.
(Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Maksimalkan Keterlibatan Perempuan )
Sementara itu, untuk daerah dengan tingkat kemandirian pangan rendah, di posisi nomor satu adalah Papua dengan persentase hanya di 1,8%, posisi kedua Papua Barat 2,2% dan di posisi ketiga Maluku dengan persentase 3,6%.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan, rendahnya tingkat kemandirian pangan di Indonesia Timur hanya karena yang diukur dari komoditas beras saja. Padahal, saat ini masyarakat Papua sudah tidak dibiasakan untuk makan sagu, karena telah diganti menjadi beras dan hal ini yang menyebabkan kemandirian pangan rendah karena produksi beras hanya berada di wilayah Merauke dan Manokwari.
"Jadi, kalau kita lihat dari produksi beras memang masih sangat kurang. Karena produksinya hanya di Merauke sama di Manokwari sebagian, tapi yang paling besar di Merauke. Tetapi kalau di panganan lain sagu, ubi-ubian itu besar di Papua itu," ujar Buwas dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (14/7/2020).
(Baca Juga: Kementan dan Kementerian PUPR Sinergi Bangun Food Estate di Kalteng )
Dalam data tersebut juga dicantumkan daerah-daerah dengan tingkat kemandirian pangan yang tinggi hingga rendah. Untuk daerah dengan tingkat kemandirian pangan tertinggi dipimpin oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan persentase 6%, disusul Gorontalo dengan angka yang sama dan posisi ketiga Kalimantan Selatan dengan angka 5,9%.
(Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Maksimalkan Keterlibatan Perempuan )
Sementara itu, untuk daerah dengan tingkat kemandirian pangan rendah, di posisi nomor satu adalah Papua dengan persentase hanya di 1,8%, posisi kedua Papua Barat 2,2% dan di posisi ketiga Maluku dengan persentase 3,6%.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan, rendahnya tingkat kemandirian pangan di Indonesia Timur hanya karena yang diukur dari komoditas beras saja. Padahal, saat ini masyarakat Papua sudah tidak dibiasakan untuk makan sagu, karena telah diganti menjadi beras dan hal ini yang menyebabkan kemandirian pangan rendah karena produksi beras hanya berada di wilayah Merauke dan Manokwari.
"Jadi, kalau kita lihat dari produksi beras memang masih sangat kurang. Karena produksinya hanya di Merauke sama di Manokwari sebagian, tapi yang paling besar di Merauke. Tetapi kalau di panganan lain sagu, ubi-ubian itu besar di Papua itu," ujar Buwas dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (14/7/2020).
(Baca Juga: Kementan dan Kementerian PUPR Sinergi Bangun Food Estate di Kalteng )
Lihat Juga :