Wall Street Berakhir Anjlok di Akhir April 2018

Selasa, 01 Mei 2018 - 08:01 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Anjlok di Akhir April 2018
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat, berakhir lebih rendah menyusul kemunduran saham sektor telekomunikasi.

Melansir CNBC, Selasa (1/5/2018), indeks S&P 500 ditutup lebih rendah 0,8% menjadi 2.648,05, dengan saham telekomunikasi jatuh 2,7%. Kejatuhan saham halo-halo ini menyusul berita bahwa T-Mobile setuju untuk membeli Sprint seharga USD26,5 miliar. Analis skeptis kesepakatan itu akan mendapatkan persetujuan Federal. Alhasil, kedua saham perusahaan turun tajam.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 148,04 poin menjadi 24.163,15, imbas menurunnya saham Boeing kendati McDonald's dan Apple mencatat kenaikan besar.

Nasdaq berakhir turun 0,8% menjadi 7.066,27, terbebani oleh penurunan saham Microsoft hingga 2,4%.

"Ekonomi global telah menurun dalam beberapa bulan terakhir dan ini mengecewakan harapan yang tinggi di bulan April," kata Ilya Feygin, direktur pelaksana dan ahli strategi pasar modal senior di WallachBeth Capital.

Penutupan perdagangan Senin menandai hari perdagangan terakhir di bulan April, di mana Wall Street hanya meraup untung sedikit. Dow Jones dan S&P 500 hanya naik 0,3% sepanjang April 2018. Adapun Nasdaq mengambil cuan sedikit lebih tinggi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
3 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
4 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
5 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved