Perkuat Bisnis Teh, RNI Gandeng PTPN III

Selasa, 01 Mei 2018 - 18:03 WIB
Perkuat Bisnis Teh,...
Perkuat Bisnis Teh, RNI Gandeng PTPN III
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN mendorong Sinergi BUMN antara PT Mitra Kerinci yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (RNI) dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebagai anak perusahaan PTPN III (Persero) melalui penadatanganan nota kesepahaman tentang Kerjasama Pengelolaan Kebun Pangheotan, Kabupaten Bandung Barat.

Penadatanganan dilakukan oleh Direktur PT Mitra Kerinci Yosdian Adi bersama Direktur Utama PTPN VIII Bagya Mulyanto, dan disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo dan Direktur Utama PTPN III Dolly P. Pulungan.

Yosdian mengatakan, dengan dukungan alam dan geografis, Indonesia punya potensi besar sebagai negara utama penghasil teh. Namun, upaya penguatan industri teh tidak bisa dikerjakan sendiri.

“Kerjasama pengelolaan antara PT Mitra Kerinci dan PTPN VIII di Kebun Pangheotan seluas kurang lebih 2.000 ha dan kebun lainnya diharapkan bisa memberikan perbaikan kinerja bagi kedua belah pihak dan perbaikan kesejahteraan ribuan pemetik teh,” ungkapnya lewat keterangan resmi di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Kerjasama dengan luang lingkup pendampingan perbaikan pabrik teh hijau dan penjualan teh hitam tersebut menargetkan produksi harian sebesar 5-7 ton, dengan nilai investasi sebesar Rp5 miliar, dan target penjualan sebesar Rp300 juta per bulan. “Diharapkan, ini akan menjadi awal dari kerja sama pengembangan the yang lebih luas lagi,” kata Yosdian.

Sementara itu, Wahyu menuturkan, Kementerian BUMN sangat mendukung sinergi BUMN yang bertujuan untuk membantu terwujudnya program-program pemerintah. Diharapkan kerjasaama ini dapat menjadi role model sistem pengelolaan industri teh yang produktif dan efisien.

Menurutnya, tantangan utama pengelolaan teh adalah masih tingginya harga pokok produksi di angka Rp20 ribu per kg, sementara PT Mitra Kerinci berhasi menurunkan HPP di angka Rp15 ribu per kg. “Keunggulan-keuanggulan dari kedua pihak perlu dikembangkan dalam skema kerja sama ini dan diterapkan dalam skala kecil terlebih dahulu,” ungkap Wahyu.

Sementara itu, Didik mengatakan, peluang industri teh dalam negeri untuk bangkit dan bersaing di pasar global masih sangat besar dan terbuka lebar. “Pasarnya sangat terbuka, baik dalam Negeri maupun internasional. Kontradiksi penurunan areal dan produktivitas teh Indonesia di sisi lain memberikan peluang dengan pertumbuhan konsumsi minuman teh dalam kemasan yang bertumbuh hingga mencapai di atas 2,3 juta liter pertahunnya,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PTPN IV Pastikan Kebun...
PTPN IV Pastikan Kebun Teh di Simalungun Tak Akan Dikonversi
Ekspor Perdana Teh Oolong...
Ekspor Perdana Teh Oolong ke Vietnam Buka Peluang Bisnis Baru
PTPN Resmikan Pabrik...
PTPN Resmikan Pabrik Pengemasan Teh Retail Standar Eropa
Inovasi Strategi Pemasaran,...
Inovasi Strategi Pemasaran, BUMN Holding Perkebunan Diapresiasi
Manajemen dan SP-BUN...
Manajemen dan SP-BUN PTPN XIV Sepakati PKB Periode 2022-2023
Didemo LSM, PTPN XIV...
Didemo LSM, PTPN XIV Tegaskan Tak Gusur Lahan Warga Enrekang
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
2 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
3 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
3 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved