Pertumbuhan Penjualan Indofood Tercatat Alami Penurunan 1%

Selasa, 01 Mei 2018 - 20:08 WIB
Pertumbuhan Penjualan...
Pertumbuhan Penjualan Indofood Tercatat Alami Penurunan 1%
A A A
JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 1,1% atau turun menjadi Rp17,63 triliun dari Rp17,83 triliun pada tahun sebelumnya. Kelompok usaha strategis produk konsumen bermerek, bogasari, agribisnis, dan distribusi masing masing memberikan kontribusi sekitar 54%, 22%, 15% dan 9% terhadap penjualan neto konsolidasi.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, laba usaha relatif stabil di kisaran Rp2,48 triliun, sedangkan marjin laba usaha naik menjadi 14,1% dari 13,9%. "Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1,1% menjadi Rp1,19 triliun dari Rp1,18 triliun dan marjin laba bersih naik menjadi 6,7% dari 6,6%," kata Anthoni dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Dengan tidak memperhitungkan akun non recurring dan selisih kurs, core profit, yang mencerminkan kinerja operasional naik 4,7% menjadi Rp1,22 triliun dari Rp1,16 triliun. Menurut dia, pada awal tahun 2018, kondisi pasar masih tetap menantang dimana harga CPO mengalami tekanan dan tingkat permintaan konsumen juga belum menunjukan pemulihan secara signifikan.

Namun, di tengah berbagai tantangan tersebut, perseroan tetap bangga karena core profit tetap tumbuh secara sehat. Disamping itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada tanggal 31 Maret 2018 berhasil mencatatkan peningkatan penjualan neto konsolidasi sebesar 4,5% menjadi Rp9,88 triliun dari Rp9,46 triliun.

Divisi mi instan kembali menjadi kontributor terbesar dalam penjualan neto konsolidasi dengan memberikan kontribusi sebesar 65%. Lalu diikuti oleh divisi dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi & makanan khusus dan minuman yang masing masing memberikan kontribusi sebesar 19%, 7%, 3%, 2% dan 4% dari total penjualan neto konsolidasi. "Laba usaha juga tumbuh 13,1% menjadi Rp1,72 triliun dari Rp1,52 triliun," ungkapnya.

Marjin laba usaha juga naik menjadi 17,4% dari 16%. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 11,1% menjadi Rp1,21 triliun dari Rp1,09 triliun pada kuartal I 2018. Anthoni menuturkan, marjin laba bersih mengalami peningkatan menjadi 12,3% dari 11,5%.

Adapun core profit tumbuh 8% menjadi Rp1,2 triliun dari Rp1,11 triliun. "Kami senang bahwa kami dapat mencatatkan pertumbuhan yang baik pada kuartal I ini, meskipun tingkat permintaan atas produk produk FMCG masih kurang mengggembirakan," jelas dia.

Meski demikian, perseroan tetap opimistis baahwa kondisi pasar akan membaik dalam beberapa kuartal kedepan sehingga dapat meraih petumbuhan yang berkelanjutan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chitato Rasa Mi Goreng...
Chitato Rasa Mi Goreng Hadir Lagi di Indonesia
Mantul, Laba Produsen...
Mantul, Laba Produsen Indomie Tembus Rp2,8 Triliun
Snack Lays dan Cheetos...
Snack Lays dan Cheetos Bakal 'Menghilang' dari Pasaran, Ini Sebabnya
Lays, Doritos dan Cheetos...
Lays, Doritos dan Cheetos Absen di Indonesia Mulai Agustus 2021
29 Lowongan Kerja PT...
29 Lowongan Kerja PT Indofood untuk Lulusan S1, Peluang Karier di Perusahaan Besar
Indofood CBP Borong...
Indofood CBP Borong 49 Persen Saham Pepsico di IFL
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved