2.000 Tenaga Kerja Asing di Indonesia, Pemerintah Sebut Tak Banyak

Rabu, 02 Mei 2018 - 17:59 WIB
2.000 Tenaga Kerja Asing...
2.000 Tenaga Kerja Asing di Indonesia, Pemerintah Sebut Tak Banyak
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menilai, jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia yang mencapai 2.000 orang masih dalam batas wajar. Mayoritas TKA tersebut berasal dari negara kawasan Asia, seperti Jepang, Korea Selatan dan China.

"Enggak banyak, TKA di dalam negeri dari investasi pemodal asing 2.000 saja. Negaranya paling banyak Jepang, Korea Selatan, China, yang lain kecil," ujar Direktur Bina Kompetensi dan Produktivitas Konstruksi Kementerian PUPR Ober Gultom di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Lebih lanjut Ia menerangkan, jumlah tenaga kerja lokal di sektor konstruksi khususnya belum mencukupi menjadi alasan pemerintah membuka pintu bagi masuknya TKA ke Tanah Air. Ober menekankan bila keberadaan TKA diperlukan dalam membangun proyek infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah.

"Setelah kita lihat kenyataannya, enggak kaget terkait kondisi TKA sektor konstruksi. Kita melihat kondisi 8,1 juta tenaga kerja di kontruksi, yang ahli 200 ribu, terampil 7,8 juta, sehingga butuh TKA," paparnya

Selain itu, terang dia dari 8,1 juta jumlah tenaga kerja, yang baru memiliki sertifikat kerja hanya 500 ribu orang. PUPR sendiri mempekerjakan 216 TKA dengan rata-rata keahlian di bidang engineering. "Distribusi rata-rata ahli enginner, proyek di PUPR gunakan 216 orang saja. Jadi dikit, hampir semua adalah pekerjaan dari investasi asing," tutur dia.

Menurut Ober, opini publik seolah-olah Indonesia seperti diserbu TKA. Padahal menurutnya tenaga kerja asing telah diatur dimana salah satunya wajib punya sertifikat, sehingga berkompeten. "Mekanisme standarisasi pemberian sertifikat. Sementara, kita baru target 1 juta hingga 3 juta tenaga konstruksi yang kita sudah sertifikasi, sekarang baru 10% dari jumlah yang ada," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
Jumlah TKA di Indonesia...
Jumlah TKA di Indonesia Tahun 2022 Sebanyak 96,57 Ribu Pekerja
Kedatangan 500 TKA China...
Kedatangan 500 TKA China ke RI Ditegaskan Sesuai Prosedur
Bentrokan di PT GNI,...
Bentrokan di PT GNI, Fungsionaris PB HMI Imbau Semua Pihak Menahan Diri
Gaji Tak Juga Dibayar...
Gaji Tak Juga Dibayar Perusahaan, Pekerja Pembersih Lahan Geruduk Disnaker Riau
Alasan di Balik Perekrutan...
Alasan di Balik Perekrutan 2.500 Pekerja China di Proyek Smelter
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved