Potensi Ekonomi Keuangan Syariah Masih Besar

Rabu, 02 Mei 2018 - 21:05 WIB
Potensi Ekonomi Keuangan...
Potensi Ekonomi Keuangan Syariah Masih Besar
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, potensi ekonomi dan keuangan syariah dalam kegiatan ekonomi nasional masih sangat besar. Hal ini antara lain terkait dengan upaya mengatasi permasalahan kesenjangan dan distribusi pendapatan di masyarakat dengan memanfaatkan dana sosial keagamaan berupa zakat, infaq, sadaqah dan wakaf (ZISWAF).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, ZISWAF jika dikelola dengan tepat akan dapat berperan aktif dalam mewujudkan distribusi pendapatan dan distribusi kesempatan yang lebih baik, sehingga dapat berfungsi sebagai mesin penggerak baru bagi pembangunan bangsa ini. Di dunia internasional, kinerja ekonomi dan keuangan syariah juga memperlihatkan pertumbuhan yang pesat.

Pada tahun 2016, volume industri halal global mencapai USD4,15 triliun dan diperkirakan akan meningkat mencapai USD6,78 triliun pada tahun 2022, dimana Indonesia merupakan pangsa terbesar bagi produk industri halal tersebut. Adapun pada tahun 2016, volume pasar makanan halal di Indonesia mencapai USD169,7 miliar.

"Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia bagi produk halal. Namun di sisi lain, potensi ini juga dapat mencerminkan ancaman jika ternyata produk halal tersebut tidak dapat dipenuhi secara domestik, sehingga berimplikasi terhadap besarnya impor yang akan menekan posisi neraca pembayaran Indonesia," ujar Agus usai membuka acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa dengan tema Peningkatan Peran Pesantren dan Industri Halal dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Semarang, Jawa Tengah Rabu.

Dia melanjutkan, upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia telah ada sejak lama. Berbagai upaya lainnya, juga terus dilakukan untuk mewujudkan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional.

"BI juga telah melakukan kolaborasi erat dengan Majelis Ulama Indonesia untuk mendukung ekonomi dan keuangan syariah, terutama yang terkait dengan area kebijakan moneter, sistem pembayaran maupun ekonomi syariah secara umum," kata Agus.

Dalam beberapa tahun terakhir saja, potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia kembali meningkat. Hal ini terindikasi dari tingginya potensi pengembangan industri halal antara lain meliputi industri makanan/minuman, pariwisata, fashion, serta industri farmasi. Sementara itu, perkembangan Industri keuangan syariah yang telah lebih dahulu menjadi akselerator ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Namun, upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain berupa masih relatif rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat umum tentang ekonomi syariah. Tantangan berikutnya terletak pada masih terbatasnya peran pesantren sebagai salah satu sendi utama ekonomi syariah. Oleh karena itu, kata Agus, mengembalikan peran sentral pesantren dalam pengembangan ekonomi nasional menjadi penting.

"Untuk mencapal hal tersebut, BI melakukan sinergi dengan segenap pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kemandirian pesantren sekaligus memperbesar kontribusi pesantren dalam ekonomi syariah di sektor riil antara lain berupa usaha pengolaha, pertanian/peternakan dan pariwisata," jelas Agus.

Sehingga diharapkan pesantren dapat bersinergi dengan industri halal untuk menjadi motor pengembangan ekonomi syariah yang berkesinambungan dan inklusif.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Alasan Muhammadiyah...
Alasan Muhammadiyah Tarik Duit dari Bank Syariah Hasil Merger
Wapres Resmikan Operasional...
Wapres Resmikan Operasional Bank Riau Kepri Syariah, Jadi Awal Kemudi Ekonomi Syariah
Terungkap! Bank Syariah...
Terungkap! Bank Syariah Justru Lahir Pertama di Negara Non Muslim
5 Bank Syariah Terbesar...
5 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Ada yang dari Negara Tetangga
Pembentukan KDEKS Sulsel...
Pembentukan KDEKS Sulsel Langkah Akselerasi Ekonomi Syariah
Tiga Poin Ini Dinilai...
Tiga Poin Ini Dinilai Perlu Dimiliki Bank Syariah Indonesia
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
43 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved