Lewat Global Symposium Indonesia, ICDX Jawab Potensi Investasi Komoditi

Kamis, 03 Mei 2018 - 00:08 WIB
Lewat Global Symposium...
Lewat Global Symposium Indonesia, ICDX Jawab Potensi Investasi Komoditi
A A A
JAKARTA - Sebagai salah satu bursa global, Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) terus mendukung upaya Pemerintah Indonesia memperkuat perekonomian melalui industri perdagangan berjangka. Salah satunya dengan mendukung kegiatan PhillipCapital Global Symposium Indonesia 2018, pada Jumat 27 April 2018 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Acara yang diikuti stakeholder, pialang dan bursa dari luar negeri tersebut dimanfaatkan ICDX sebagai ajang untuk meningkatkan minat investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Bertajuk “Commodity and Digital Economy, Opportunities and Challenges amidst Monetary and Political Dynamics”, event internasional ini menghadirkan panelis dari bursa-bursa luar negeri seperti Asia Pacific Exchange (APEX), Bursa Malaysia Derivatives Berhad, Chicago Mercantile Exchange (CME), Intercontinental Exchange (ICE), Singapore Exchange (SGX).

Menurut Chief Executive Officer (CEO) ICDX, Lamon Rutten, simposium ini memberikan kesempatan para pelaku industri perdagangan derivatif global untuk melihat lebih banyak peluang di Indonesia. "Dan saya pikir ajang ini bisa menjadi kesempatan yang baik bagi pasar komoditi untuk mendapatkan posisi di tingkat internasional," kata Lamon dalam keterangan pers yang diterima SINDOnews, Rabu (2/5/2018).

Apalagi, kata Lamon, volatilitas pasar komoditi sedang membaik dengan proyek One Belt One Road yang digagas Pemerintah China. Menurut dia, program tersebut meningkatkan permintaan komoditas global. "Ini saat yang tepat bagi investor untuk melakukan diversifikasi ke dalam sektor komoditas," ujarnya.

Dalam acara ini, Lamon juga akan memberikan masukan dan perkembangan terkini pasar bursa berjangka global. Kata dia, ICDX juga terus berupaya meningkatkan integritas pasar sebagai investasi masa depan dalam membangun bursa perdagangan derivatif di Indonesia.

Didirikan sejak 23 Juni 2009, ICDX terus berkomitmen menjadi bursa komoditi derivatif terbaik di Asia Tenggara, dengan menciptakan pasar yang transparan, kredibel dan efisien. Karena itu, bursa komoditi derivatif terbesar di Indonesia ini menyediakan layanan transaksi dengan teknologi dan penjaminan yang aman, efektif dan efisien serta memberikan tempat bagi mereka yang ingin melakukan lindung nilai, arbitrage ataupun diversifikasi investasi.

Saat ini, ICDX menawarkan aneka produk komoditi seperti timah, crude palm oil (minyak sawit mentah), olein, emas, ratusan produk penyaluran amanat luar negeri dan over the counter.

Demi menggenjot transaksi, ICDX berinovasi dengan meluncurkan produk baru yakni GOFX. Produk anyar yang terdiri dari gold (emas), crude oil (minyak mentah) dan forex (mata uang asing) ini rencananya akan di launching pada triwulan III tahun 2018.

Kehadiran produk ini diharapkan memberikan pengalaman baru bagi pelaku perdagangan produk tersebut. Sekaligus menggaet masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di salah satu bursa berjangka di Indonesia.

Inilah tahap awal jawaban Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) akan harapan semua lapisan rakyat Indonesia, menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kaya dengan berbagai komoditi unggulan dan sekaligus menjadi pasar internasional.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ICDX Resmi Memperdagangkan...
ICDX Resmi Memperdagangkan Kontrak Minyak Mentah WTI
Dualisme Bursa Bukan...
Dualisme Bursa Bukan Sebab Anjloknya Harga Timah
Pandemi Bikin Volatilitas...
Pandemi Bikin Volatilitas Harga Komoditi Tinggi, Produk Derivatif Jadi Solusi
ICDX Proyeksikan Volume...
ICDX Proyeksikan Volume Perdagangan Emas Digital Tembus 25 Juta Gram di 2025
Derivatif Keuangan Geser...
Derivatif Keuangan Geser dari Bappebti ke OJK dan BI, Begini Respons ICDX dan ICH
Mendag Ajak Masyarakat...
Mendag Ajak Masyarakat Manfaatkan Perdagangan Berjangka Komoditas
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
7 menit yang lalu
Jalur Ini Lebih Berbahaya...
Jalur Ini Lebih Berbahaya jika Ditutup Iran, Harga Minyak Bisa Tembus USD200 per Barel
1 jam yang lalu
Resmi, Pertamina Turunkan...
Resmi, Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas Mulai 14 Juli
2 jam yang lalu
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
2 jam yang lalu
PT KCN Perkuat Peran...
PT KCN Perkuat Peran Pelabuhan Penyangga Saat Aktivitas Logistik di Tanjung Priok Meningkat
2 jam yang lalu
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved