Kementerian BUMN Dorong Percepatan Konektivitas Indonesia Timur

Kamis, 03 Mei 2018 - 14:09 WIB
Kementerian BUMN Dorong...
Kementerian BUMN Dorong Percepatan Konektivitas Indonesia Timur
A A A
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong percepatan pembangunan konektivitas laut yang ada di bawah kendali BUMN PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo I, II, III dan IV.

Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengingatkan agar program pembangunan yang ada saat ini agar dapat diselesaikan di tahun 2019.

"Penting juga untuk dicatat, keberadaan pelabuhan merupakan bagian penting konektivitas yang akan memperlancar dan menurunkan biaya logistik," kata Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Hal yang sama juga disampaikan Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung. Pelindo IV tercatat sukses memaksimalkan perannya membangun konektivitas di Indonesia Timur, terbukti dengan penurunan harga barang kebutuhan akibat kelancaran suplai sejumlah komoditas.

Menurut Doso, kesuksesan ekspor langsung komoditas unggulan dari beberapa daerah di Indonesia Timur juga menjadi tolok ukur bahwa BUMN Kepelabuhanan ini memang fokus dan serius dalam membangun konektivitas di wilayah timur Indonesia.

Bahkan, megaproyek yang juga menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang pembangunannya sudah dikerjakan sejak 2015, Makassar New Port (MNP), digadang-gadang akan menjadi pelabuhan utama yang akan menopang konektivitas dari wilayah-wilayah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Sejak akhir 2015, Pelindo IV sudah berupaya membangun konektivitas di Indonesia Timur dengan implementasi direct call dan direct export ke luar negeri bekerja sama dengan perusahaan pelayaran internasional asal Hong Kong, SITC. Kedua kegiatan tersebut (direct call dan direct export) hingga kini intens dilakukan perseroan dari beberapa pelabuhan besar di KTI, di antaranya Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Balikpapan dan Pelabuhan Jayapura.

Konektivitas sangat erat hubungannya dengan pengendalian harga komoditas di Indonesia Timur. Sebab, terbangunnya konektivitas via laut, otomatis membuat suplai sejumlah komoditas ke wilayah ini lebih terbuka. Alhasil, disparitas harga antara timur dan barat perlahan menyusut, disusul dengan harga barang di tingkat konsumen yang juga menurun. "Muaranya yakni menggairahkan kembali daya beli masyarakat," pungkas Doso.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Serahkan...
Kementerian BUMN Serahkan Sumbangan untuk Pemprov Jawa Timur
Teknologi Satelit Jadi...
Teknologi Satelit Jadi Solusi Konektivitas Digital di Kawasan Timur Indonesia
Kementerian PUPR Tingkatkan...
Kementerian PUPR Tingkatkan Konektivitas Food Estate Kalteng
Apresiasi Kepercayaan...
Apresiasi Kepercayaan Negara Lain Terhadap Indonesia
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
KNPI Dukung Langkah...
KNPI Dukung Langkah Transformasi Kementerian BUMN
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
3 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
8 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
9 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved