Rupiah Jeblok ke Rp14.042, Rekor Terburuk Sejak Desember 2015

Selasa, 08 Mei 2018 - 10:47 WIB
Rupiah Jeblok ke Rp14.042,...
Rupiah Jeblok ke Rp14.042, Rekor Terburuk Sejak Desember 2015
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat alias USD. Pada perdagangan di pasar spot, Selasa (8/5/2018), mata uang NKRI dibuka melemah 3 poin atau 0,02% ke level Rp14.004, dibanding penutupan Senin yang tembus ke Rp14.001 per USD.

Laju rupiah terus tertekan di indeks Bloomberg pada pukul 10.24 WIB, yaitu bearish 41 poin atau 0,29% menjadi Rp14.042 per USD. Ini merupakan rekor terburuk rupiah sejak Desember 2015. Rupiah pun menjadi mata uang terburuk kedua di Asia terhadap USD pada pekan ini.

Hal sama juga terpantau di data Yahoo Finance, dimana rupiah pada pagi ini terpantau jeblok 42 poin atau 0,30% ke level Rp14.037 per USD, dibanding penutupan Senin lalu di Rp13.995 per USD.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Selasa ini berada di Rp14.036, terdepresiasi 80 poin dari level Rp13.956 per USD di Senin kemarin.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, terperosoknya rupiah merupakan imbas dari kondisi makroekonomi Indonesia yang tidak sesuai harapan. Salah satunya, pertumbuhan ekonomi (produk domestik bruto/PDB) pada kuartal I/2018 yang hanya 5,06%. "PDB yang di bawah ekspektasi. Surveinya 5,19%," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menanggapi pelemahan rupiah yang menembus Rp14.000 per USD, jangan langsung dianggap aneh. "Ya memang tembus Rp14.000 per USD. Tapi tidak berarti akan bertahan di angka itu. BI akan melakukan langkah-langkah walaupun BI itu akan menunggu rapat RDG bulanan untuk mengambil kebijakan," tandasnya pada Selasa (8/5/2018).

Adapun dolar AS melayang mendekati level tertinggi empat bulan pada hari ini, didukung meningkatnya imbal hasil Treasury dan data ekonomi AS yang sangat solid, meninggalkan rival utamanya euro.

Melansir Reuters, indeks USD terhadap sekeranjang mata uang utama, berada di 92,766, setelah semalam menyentuh level 92,974, level tertinggi sejak 28 Desember 2017. Greenback mendapat dorongan berkat data ketenagakerjaan yang menguat di era Trump, sehingga mendukung ekspektasi untuk kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
4 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
5 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
5 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
5 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
6 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved