Kemenkeu: Pelemahan Rupiah Tidak Sedalam Negara Lain

Rabu, 09 Mei 2018 - 15:23 WIB
Kemenkeu: Pelemahan...
Kemenkeu: Pelemahan Rupiah Tidak Sedalam Negara Lain
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak terlalu dalam. Padahal, pelemahan rupiah sudah sampai lewati level Rp14.000 per USD.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan, saat ini memang terjadi volatilitas di pasar dunia. Hampir semua negara di dunia mengalami hal yang sama seperti Indonesia, yakni pelemahan nilai tukar.

"Memang ada volatilitas di pasar dunia dan itu confirm di semua negara, bergerak. Kita bersyukur kita tidak terlalu dalam," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, pelemahan yang terjadi di Indonesia tidak sedalam negara-negara lain. Hal ini karena Indonesia telah melakukan reformasi struktural, pembangunan infrastruktur, hingga memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.

"Memang dalam konidisi seperti ini, perbandingan antara negara menjadi sangat penting. Dimana Indonesia dengan negara lain. Reformasi bisa dipercaya, Indonesia akan ada di posisi lebih baik Tapi kalau enggak bikin reform, enggak bangun infrastruktur, enggak bikin perlindungan sosial yang baik, kita akan volatilte," imbuh dia.

Hal ini terlihat pada beberapa negara di dunia, seperti Argentina dan Turki. Saat nilai tukar melemah, mereka tidak melakukan reformasi struktural sehingga volatilitasnya terlalu tinggi.

"Lihat saja modelnya Argentina, volatile banget, Turki sudah diturunin ratingnya, karena volatilitasnya tinggi," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelemahan Dolar AS Berdampak...
Pelemahan Dolar AS Berdampak Positif ke Pasar Keuangan Indonesia
Purbaya: Saya Sebel...
Purbaya: Saya Sebel Dibilang Gara-gara Fiskal Rupiah Jeblok
Kepak Rupiah Melemah...
Kepak Rupiah Melemah Diterpa Sentimen Stimulus Fiskal AS
Headwind Ekonomi Global...
Headwind Ekonomi Global 2024 Masih Akan Besar, Jaga Fiskal Tetap Sehat Jadi PR
Kepala BKF Bicara Soal...
Kepala BKF Bicara Soal Pergerakan Tak Biasa Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Rupiah Berpeluang Menguat...
Rupiah Berpeluang Menguat Seiring Pelonggaran Moneter AS
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved