Defisit APBN Capai Rp55,12 Tiliun hingga Akhir April 2018

Kamis, 17 Mei 2018 - 14:27 WIB
Defisit APBN Capai Rp55,12...
Defisit APBN Capai Rp55,12 Tiliun hingga Akhir April 2018
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa realisasi defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018 hingga akhir April 2018 mencapai Rp55,12 triliun. Realisasi ini secara nominal maupun persentase lebih kecil 0,37% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia mengatakan, realisasi defisit ini diperoleh karena peneriman perpajakan hingga akhir April 2018 mencapai Rp416,9 triliun atau lebih tinggi dibanding tahun lalu yang sebesar RP375 triliun. Sementara Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) realisasinya hingga akhir April 2018 sebesar Rp109,9 triliun atau lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu yang sebear Rp90,8 triliun.

"Sementara dari sisi belanja negara, baik secara nominal dan persentase juga mengalami perbaikan dibanding tahun lalu. Ini didorong oleh belanja K/L yang jauh lebih cepat," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Hingga akhir April 2018, belanja kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp165,9 triliun. Secara persentase, realisasi ini 20% dari target di APBN 2018 atau jauh lebih tinggi dibanding realisais belanja periode sama tahun lalu yang sebesar Rp135,1 triliun atau 16,9% dari target. Sementara itu, realisasi transfer ke daerah hingga akhir April 2018 sebesar Rp251,6 triliun dan dana desa Rp14,3 triliun.

Dengan realisasi tersebut, defisit APBN 2018 mencapai Rp55,12 triliun atau jauh lebih kecil dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp72,2 triliun. Adapun keseimbangan primer mengalami surplus RP24,2 triliun atau naik dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar RP3,7 triliun.

"Kalau dilihat dari chart ini, APBN kita dari sisi defisit realisasinya mengalami perbaikan yang sangat konsisten dan ini yang selalu saya sampaikan. Ini konsistensi dengan keinginan pemerintah untuk menjaga APBN secara hati-hati dan efektif namun mendukung perekonomian. Ini juga konsisten dengan langkah pemerintah jaga kebijakan utang yang selama ini sering dijadikan sorotan oleh beberapa pihak," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Defisit APBN 2020 Bisa Mencapai Rp1.028,5 Triliun
Defisit APBN Bulan April...
Defisit APBN Bulan April Capai Rp74,5 Triliun
Sri Mulyani Proyeksi...
Sri Mulyani Proyeksi Defisit APBN 2021 Capai 4,17%
Disentil Jokowi, Sri...
Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T
Sri Mulyani: APBN Surplus...
Sri Mulyani: APBN Surplus Rp131,8 Triliun per Februari 2023
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved