Kebutuhan Cabai Mei-Juni di Jabodetabek Mampu Dipasok dari Garut
Minggu, 20 Mei 2018 - 04:26 WIB
Kebutuhan Cabai Mei-Juni di Jabodetabek Mampu Dipasok dari Garut
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan aneka cabai, serta menjaga stabilitas harga di pasar.
Untuk itu, tim upaya khusus Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dengan sigap menindaklanjuti arahan Menteri. Tepat pada hari ke-3 Ramadhan, Dirjen Hortikultura didampingi Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika langsung turun ke salah satu sentra cabai nasional, yakni Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/5/2018).
Kali ini, rombongan Dirjen menapakkan kaki ke Desa Cisarua, Kecamatan Samarang. Kecamatan ini merupakan salah satu titik penghasil aneka cabai di Garut, Jawa Barat.
Dirjen Hortikultura Suwandi mengungkapkan, kebutuhan aneka cabai selama Mei hingga Juni 2018 ini, di Jabodetabek mampu dipasok dari Garut. Ini terlihat dari dua lokasi saja, yakni Banyuresmi dan Sampireng, luas panen aneka cabai bisa mencapai 500 hektare.
Jika rata-rata produksi 10 ton per hektare saja, maka luasan tersebut mampu menyumbang 5.000 ton cabai selama bulan Mei dan Juni.
"Dari kunjungan ini, kita bisa melihat bahwa persediaan cabai sangat aman, baik cabai keriting maupun cabai rawit merah. Ini tentunya bisa menjamin ketersediaan dan pasokan untuk Jabodetabek," ungkap Suwandi dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).
Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika menambahkan, produksi cabai rawit bulan Mei dan Juni adalah sebesar 2.607 ton dan 2.502 ton. Sementara untuk cabai besar masing masing 8.319 ton untuk Mei, serta 9.095 ton untuk Juni.
"Dengan kondisi seperti Ini, optimistis Garut bisa menjadi penyangga minimal 30% hingga 40% dari total kebutuhan Jabodetabek," tegas Beni.
Untuk itu, tim upaya khusus Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian dengan sigap menindaklanjuti arahan Menteri. Tepat pada hari ke-3 Ramadhan, Dirjen Hortikultura didampingi Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika langsung turun ke salah satu sentra cabai nasional, yakni Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/5/2018).
Kali ini, rombongan Dirjen menapakkan kaki ke Desa Cisarua, Kecamatan Samarang. Kecamatan ini merupakan salah satu titik penghasil aneka cabai di Garut, Jawa Barat.
Dirjen Hortikultura Suwandi mengungkapkan, kebutuhan aneka cabai selama Mei hingga Juni 2018 ini, di Jabodetabek mampu dipasok dari Garut. Ini terlihat dari dua lokasi saja, yakni Banyuresmi dan Sampireng, luas panen aneka cabai bisa mencapai 500 hektare.
Jika rata-rata produksi 10 ton per hektare saja, maka luasan tersebut mampu menyumbang 5.000 ton cabai selama bulan Mei dan Juni.
"Dari kunjungan ini, kita bisa melihat bahwa persediaan cabai sangat aman, baik cabai keriting maupun cabai rawit merah. Ini tentunya bisa menjamin ketersediaan dan pasokan untuk Jabodetabek," ungkap Suwandi dalam rilis yang diterima di Jakarta, Sabtu (19/5/2018).
Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga Gunasantika menambahkan, produksi cabai rawit bulan Mei dan Juni adalah sebesar 2.607 ton dan 2.502 ton. Sementara untuk cabai besar masing masing 8.319 ton untuk Mei, serta 9.095 ton untuk Juni.
"Dengan kondisi seperti Ini, optimistis Garut bisa menjadi penyangga minimal 30% hingga 40% dari total kebutuhan Jabodetabek," tegas Beni.
(ven)
Lihat Juga :