DPR Sebut Kebijakan Kemendag Bisa Ancam Kesejahteraan Petani

Senin, 21 Mei 2018 - 14:45 WIB
DPR Sebut Kebijakan...
DPR Sebut Kebijakan Kemendag Bisa Ancam Kesejahteraan Petani
A A A
JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo mengkritik kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mengeluarkan izin impor beras tambahan sebanyak 500.000 ton. Pasalnya, impor kedua ini dilakukan saat beberapa daerah di Indonesia masih pada masa panen.

Dia mengatakan, jika ketersediaan pangan, terutama beras menipis dan mengancam harga di pasaran, memang impor menjadi salah satu jalan yang bisa ditempuh pemerintah. Namun, jika impor diambil saat masa panen seperti sekarang ini justru akan mengacaukan harga beras di tingkat petani.

"Kebijakan impor jangan mengancam kesejahteraan petani, karena jika impor saat panen akan mengancurkan harga di tingkat petani," katanya dalam sebuah seminar di Gedung BPK, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Sebelum rekomendasi impor diputuskan, kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini, Kemendag seharusnya melibatkan dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait seperti Kementerian Pertanian dan Perum Bulog.

"Jadi juga harus ikuti aturan, ada regulasi yang mengatur itu. Kementan terlibat, Bulog terlibat dan pihak lain terlibat, sebelum rekomendasi impor itu diputuskan. Apalagi kalau dilakukan terbuka, saya yakin tidak akan meresahkan publik dan petani," imbuh dia.

Bambang pun mengaku heran lantaran impor beras sebesar 500.000 ton yang dilakukan sebelumnya tidak berefek terhadap penurunan harga beras. Padahal secara logika, jika impor masuk maka akan menekan harga beras di pasaran.

"Nah ini tugas tidak hanya dari Mentan, tapi juga Mendag. Bagaimana dua menteri anak emas Presiden Jokowi ini bisa bergandengan tangan. Kalau tidak jadi anak emas, tidak mungkin dikasih posisi yang pokok dan bisa menggoyang Pak Jokowi. Kalau dua menteri ini bergandengan tangan, itu pasti semua beres. Mudah-mudahan dua menteri ini Lebaran bisa bertemu dengan baik, dan momentum Lebaran ini bisa menemukan solusi apa yang dibicarakan saat ini yaitu ketersediaan pangan dan kebutuhan impor," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Perkuat CBP, Pemerintah...
Perkuat CBP, Pemerintah Impor 24.000 Ton Beras
Beras Impor Perkuat...
Beras Impor Perkuat Cadangan Beras Pemerintah
Menyoal Kebijakan Impor...
Menyoal Kebijakan Impor Beras Mendag
Pemerintah Didesak Perketat...
Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan dan Perizinan Impor Beras
Polemik Demurrage Impor...
Polemik Demurrage Impor Beras, Pemerintah Disarankan Serap Gabah Petani Lebih Banyak
Berita Terkini
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
46 menit yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
53 menit yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
1 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
2 jam yang lalu
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
2 jam yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved