Cara Indofood Hadapi Pelemahan Rupiah

Kamis, 31 Mei 2018 - 22:06 WIB
Cara Indofood Hadapi...
Cara Indofood Hadapi Pelemahan Rupiah
A A A
JAKARTA - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyatakan, sudah melakukan persiapan guna menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Diketahui, nilai tukar mata uang Indonesia telah mengalami pelemahan sangat dalam pada beberapa pekan terakhir hingga sempat menyentuh level 14.100/USD.

Direktur Utama Indofood CBP Sukses Makmur Anthoni Salim mengatakan, pendapatan perusahaan tidak semuanya rupiah, ada juga dari USD, sehingga dapat menghadapi fluktuasi yang ada. "Kalau dilihat, dari (pendapatan) kami sudah seimbang antara rupiah dan dolar," ujarnya di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Sambung Anthoni menjelaskan, salah satu pendapatan berdenominasi USD yakni dari lini crude palm oil (CPO) yang mayoritas untuk diekspor. "Pendapatan CPO pakai dolar. Banyak pendapatan, salah satu dari inisiatif kami sendiri sudah siapkan (ekspor), berapa tahun ekpor kita kalahkan domestik," katanya.

Ia juga menambahkan, aturan lindung nilai atau hedging tidak dipakai oleh perusahaan karena masih dapat mengcover kebutuhan USD yang ada. "Memang BI mengeluarkan aturan hedging, yang mana setiap 3 bulan. Kebetulan kita tidak diperlukan hedging karena dianggap masih memiliki kemampuan mengembalikan dana asing 3 bulan ke depan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chitato Rasa Mi Goreng...
Chitato Rasa Mi Goreng Hadir Lagi di Indonesia
Snack Lays dan Cheetos...
Snack Lays dan Cheetos Bakal 'Menghilang' dari Pasaran, Ini Sebabnya
Lays, Doritos dan Cheetos...
Lays, Doritos dan Cheetos Absen di Indonesia Mulai Agustus 2021
29 Lowongan Kerja PT...
29 Lowongan Kerja PT Indofood untuk Lulusan S1, Peluang Karier di Perusahaan Besar
Indofood CBP Borong...
Indofood CBP Borong 49 Persen Saham Pepsico di IFL
Pembelaan Indofood usai...
Pembelaan Indofood usai Indomie Ditarik dari Peredaran di Australia
Berita Terkini
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
1 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
3 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
3 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
4 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
7 jam yang lalu
Infografis
4 Kejutan Pakistan Saat...
4 Kejutan Pakistan Saat Hadapi Serangan Militer India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved