Pembelaan Indofood usai Indomie Ditarik dari Peredaran di Australia

Jum'at, 20 Desember 2024 - 21:52 WIB
loading...
Pembelaan Indofood usai...
PT Indofood Sukses Makmur Tbk buka suara untuk memberikan penjelasan terkait penarikan produk Mi Instan merek Indomie dari peredaran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Indofood Sukses Makmur Tbk memberikan penjelasan terkait pemberitaan oleh Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) yang menyatakan, penarikan produk mi instan merek Indomie asal Indonesia. Alasannya karena tidak mencantumkan informasi tentang kandungan allergen.

Terkait hal itu Indofood Sukses Makmur buka suara untuk memberika keterangan dari entitas anak usahanya yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Baca Juga: 5 Negara dengan Harga Indomie Termahal, Mana Paling Tinggi?

"Semua produk mi instan yang diproduksi oleh Perseroan di Indonesia diproses sesuai dengan standar keamanan pangan yang telah ditentukan oleh Badan POM RI dan juga memenuhi Codex Standard for Instant Noodles. Produk mi instan Perseroan telah mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta diproduksi di fasilitas produksi yang tersertifikasi Standar Internasional ISO 22000 atau FSSC 22000 untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan," ungkap pernyataan perseroan seperti dilansir dalam laman resmi Indofood, Jumat (20/12/2024).

Ditegaskan juga bahwa perseroan senantiasa memastikan bahwa produk yang diekspor secara resmi telah mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku di negara tujuan dimana produk dipasarkan, termasuk ke Australia.

Diterangkan bahwa berdasarkan hasil penelaahan Perseroan, produk-produk mi Instan yang diberitakan oleh FSANZ adalah Produk-produk mi instan yang hanya ditujukan untuk dijual dan didistribusikan di pasar Indonesia, sudah mendapat Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM RI dan telah mencantumkan bahan allergen dalam kandungan bahan dengan tulisan yang dicetak tebal sebagaimana disyaratkan dalam peraturan Badan POM RI No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan.

Diterangkan bahwa produk Indomie yang ditarik sebagaimana diungkapkan FSANZ, ujar perseroan bukan merupakan produk ekspor resmi dari ICBP ke Australia. Melainkan produk parallel import yang dilakukan oleh importir, yang bukan merupakan distributor resmi Perseroan, mengingat keterangan yang tertera pada kemasan produk tersebut menggunakan Bahasa Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Tahan Harga BBM Subsidi,...
Tahan Harga BBM Subsidi, Purbaya: Instruksi Langsung Presiden!
Rupiah Ambruk Sempat...
Rupiah Ambruk Sempat Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Kondisi Terbarunya
Manohara Masih Doyan...
Manohara Masih Doyan Mi Instan tapi Tubuh Tetap Langsing, Ini Rahasianya!
Inovasi Baru Indomie...
Inovasi Baru Indomie Hadir Lewat Varian Goreng Cabe Ijo
Aktivasi Digital Kreatif,...
Aktivasi Digital Kreatif, Spicy Challenge Guncang Kampus UBM
Rekomendasi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Prabowo dan Gibran Hadiri...
Prabowo dan Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC
Berita Terkini
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved