Rakor dengan Kapolri, Mentan Klaim Stok Pangan Aman Hingga Lebaran

Selasa, 05 Juni 2018 - 15:50 WIB
Rakor dengan Kapolri,...
Rakor dengan Kapolri, Mentan Klaim Stok Pangan Aman Hingga Lebaran
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan stok pangan pokok sampai dengan Idul Fitri aman sehingga mampu mencukupi kebutuhan. Pasalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan stok pangan sejak 3 bulan sebelum bulan Ramadhan sebanyak 20 sampai 30% sehingga stok pangan pun dapat dipastikan aman hingga setelah Lebaran.

“Stok pangan sudah disiapkan 3 bulan sebelum Ramadhan sebanyak 20-30 persen. Mulai penyediaan stok ayam dan telur. Kita sudah ekspor 2 komoditas ini, tembus ke Jepang. Ini merupakan sejarah baru kita raih,” kata Amran di Jakarta Selasa (5/6/2018).

Lebih lanjut Ia menegaskan pasokan pokok lainnya hingga Idul Fitri seperti beras, daging sapi, cabai besar rawit, bawang merah, daging ayam dan telur cukup. Dulu bawang merah selalu diimpor dari Thailand, tapi kini Indonesia sudah mengekspor ke 6 negara. Demikian juga ayam sudah diekspor ke Jepang, Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia, Singapore

“Namun persoalan bawang merah terkadang harganya di lapangan Rp 10 ribu per kg dan di pasar Rp 36 ribu per kg. Ini masalah distribusi sehingga terjadi anomali pasar,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Amran, pasokan Minyak goreng dan jagung pun dijamin lebih dari cukup. Sebab, Indonesia sebagai penghasil CPO sebanyak 28 juta per tahun, kebutuhan hanya 4 juta ton, sehingga kita ekspor 24 juta ton. Untuk jagung, ekspor sudah mencapai 300 ribu ton ke 6 negara.

“Stok lainya seperti beras hari ini 1,5 juta ton. Daging sapi sudah disiapkan dari awal dan gula pasir 2 minggu ke depan dipastikan stabil. Bahkan sesudah idul fitri dipastikan stabil. Jadi komoditas pangan straregis aman dan cukup,” terangnya.

Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Tito Karnavian menjelaskan soal pangan menjadi perhatian bersama dalam rapat tersebut. Sebab ini akan berpengaruh terhadap dampak ekonomi sejalan dengan meningkatnya permintaan ketika Idul Fitri.

“Stok pangan kita aman. Masalah yang diwaspadai distribusi. Jadi jajaran polri yaitu satgas pangan dan inteligen dimonitor setiap hari. Begitu ada kenaikan segera koordinasi dengan pihak yang punya otoritas suplai,” katanya.

Dia pun meminta setiap harinya agar koordinasi suplai cukup untuk di semua daerah. "Lakukan monitoring setiap hari, ketika ada kenaikan cek semua penyebabnya sampai ditemukan masalahnya. Yang perlu diwaspadai bagi para Kapolda dan Kapolres adanya penimbun stok pangan. Ini yang harus benar-benar ditindak,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadapi Krisis Pangan,...
Hadapi Krisis Pangan, NKV: Tema Hari Pangan Sedunia Jangan Jadi Jargon Semata
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
Jaga Ketersediaan Pangan,...
Jaga Ketersediaan Pangan, Penyuluh dan Petani Bantaeng Lakukan Percepatan Tanam
Kepala BPPSDM Kementan...
Kepala BPPSDM Kementan Ajak Jaga Ketahanan Pangan dengan Percepatan Tanam
Pastikan Pangan Tetap...
Pastikan Pangan Tetap Tersedia, Petani di Bima Percepat Tanam
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
23 menit yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
43 menit yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
1 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
3 jam yang lalu
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved