Menebar Manfaat Resep Nenek Melalui Tokopedia

Minggu, 17 Juni 2018 - 10:11 WIB
Menebar Manfaat Resep...
Menebar Manfaat Resep Nenek Melalui Tokopedia
A A A
JAKARTA - Jangan pernah menganggap remeh resep warisan nenek, siapa tahu itu adalah pintu menuju kesempatan baru. Hal itu berlaku untuk Andry Yapilus (27) yang saat ini berhasil meningkatkan perekonomian keluarganya melalui bisnis Keripik Balado Nan Salero yang diproduksi berdasarkan resep asli warisan nenek.

Sempat jatuh akibat Gempa Padang, Andry mampu membangkitkan usaha keluarga melalui Tokopedia. Keripik Balado Nan Salero mulai dirintis pada tahun 1960 oleh Ibu Andry, Imelda Yenita, dan ketiga saudara perempuannya yakni Shintia Juniar, Jeniwaty Juniar, dan Lisa Yenita.

Berdomisili di Padang, kondisi ekonomi keluarga besar Andry saat itu tidak begitu baik. Sadar dengan kondisi ekonomi keluarga yang sulit, Ibu dan Tante Andry akhirnya mencoba peruntungan dengan berjualan keripik dari resep warisan Nenek Andry. Mereka mulai memproduksi keripik “Nan Salero” secara kecil-kecilan dan mencoba memasarkan keripik tersebut ke sekolah-sekolah.

“Tumbuh di keluarga yang bisa dikatakan kurang mampu membuat kami berempat harus membantu keuangan keluarga. Dulu kami 10 bersaudara, jadi buat nambah uang sekolah, di tahun 60-an kami mulai jual keripik balado,” kata Tante Andry.

Tak disangka, keripik balado Nan Salero favorit keluarga itu ternyata juga disukai banyak orang. Penjualan Nan Salero di sekolah-sekolah laku keras dan mulai dikenal masyarakat Padang dari promosi mulut ke mulut. Berkat usaha yang terus dilakukan, keripik Nan Salero pun memiliki toko sendiri di Kota Padang. Namun, cobaan datang pada akhir tahun 2009.

Kala itu, gempa sebesar 7,6 Skala Richter mengguncang kota Padang. Gempa tersebut merobohkan bangunan di sejumlah wilayah, tak terkecuali toko keripik keluarga Andry. Tak putus asa, keluarga Andry menyewa ruko di depan bangunan toko terdahulu untuk berjualan. Meskipun sulit, mereka tetap optimis bahwa usaha Nan Salero akan kembali baik, atau bahkan berkembang lebih pesat.
Melihat kondisi bisnis keluarganya, Andry yang kala itu baru menyelesaikan kuliahnya memutuskan untuk terjun langsung mengembangkan Nan Salero, mulai dari membantu memasak di dapur, hingga membantu memasarkan produk keripik baladonya. Ketertarikan Andry pada bisnis membuatnya memutar otak agar bisnis keripik yang diusahakan keluarganya dapat terus berkembang.

Pada tahun 2012, sarjana Ilmu Teknologi ini kemudian membuat website untuk memasarkan keripik balado Nan Salero. Tidak sampai disitu, Andry dengan jeli melihat besarnya peluang yang bisa ia dapatkan jika berjualan di Tokopedia. Mengacu pada peluang tersebut, tahun 2017 Andry memperluas penjualan produknya melalui Tokopedia. Menggunakan nama toko “Nansalero229”, hingga saat ini Andry berhasil menjual lebih dari seribu produknya.

“Kami mulai memasarkan keripik balado lewat Tokopedia di tahun 2017, dan ternyata respon pasar cukup bagus. Dari yang tadinya cuma orang sekitar Padang yang tahu, sekarang dari seluruh Indonesia bisa beli produk kami,” cerita Andry.

Kini Andry memperluas produk yang dijual di tokonya. Melalui Nan Salero Andry juga ingin memperkenalkan produk-produk buatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar Padang. Toko Nan Salero di Tokopedia pun kini tidak hanya menjual produk keripik balado saja, tetapi juga produk-produk UMKM lainnya seperti kue semprong, pia, dan lain sebagainya. Semakin lama, semakin banyak UMKM yang menitipkan produk untuk dijualkan oleh Andry melalui toko Nan Sanlero di Tokopedia.

“Rasanya senang ya selain berdampak bagi ekonomi keluarga kami, berkembangnya Nan Salero juga bisa membuka kesempatan bagi UMKM lain untuk lebih dikenal masyarakat luas. Karena bagi kami, kesempatan untuk berkembang bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tapi untuk dibagi,” ucap Andry.

Berkat resep nenek dan kegigihan keluarga, Nan Salero berhasil menebar manfaat untuk orang-orang di sekitar. Saat ini misalnya, Nan Salero mempekerjakan 10 orang karyawan untuk membantu jalannya bisnis. Andry percaya bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari materi, tetapi juga dari manfaat yang bisa ia berikan pada lingkungan sekitar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
LMS Khusus untuk Bisnis...
LMS Khusus untuk Bisnis Kuliner Diluncurkan, Pertama di Indonesia
Bakso Lapangan Tembak...
Bakso Lapangan Tembak Senayan Dorong Transformasi Digital untuk Tingkatkan Efisiensi
Paha Ayam Bumbu Sichuan,...
Paha Ayam Bumbu Sichuan, Pernah Coba? Rasanya Nikmat Lho!
4 Inovasi Fore Coffee...
4 Inovasi Fore Coffee Jelang Musim Liburan dan Tahun Baru
Hadir di Pameran Food...
Hadir di Pameran Food & Hospitality Indonesia 2024, BlueBand Ajak Pelaku Bisnis Kuliner Tumbuh Bersama
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Tomat, Menjaga...
5 Manfaat Tomat, Menjaga Daya Tahan Tubuh di Musim Tak Menentu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved