Libur Lebaran, Pertamina Kembali Tambah Pasokan LPG di 13 Kabupaten
Rabu, 20 Juni 2018 - 11:15 WIB
Libur Lebaran, Pertamina Kembali Tambah Pasokan LPG di 13 Kabupaten
A
A
A
JAKARTA - Guna menjamin pasokan dan kebutuhan LPG terpenuhi, khususnya dalam masa libur Lebaran, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII Sulawesi menyalurkan tambahan 126.000 tabung LPG 3 kilogram di 13 Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Ke-13 kabupaten dan rinciannya adalah Kabupaten Polewali Mandar (10.800 tabung), Majene (3.360 tabung), Mamasa (1.680 tabung), Mamuju (8.400 tabung), Mamuju Tengah (6.720 tabung), Mamuju Utara (5.600 tabung), Pinrang (13.440 tabung), Luwu (15.680 tabung), Luwu Utara (13.440 tabung), Luwu Timur (15.680 tabung), Jeneponto (15.680 tabung), Bulukumba (11.200 tabung), dan Sinjai (5.040 tabung).
Penambahan pasokan LPG 3 kg ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi LPG yang meningkat, khususnya dalam kebutuhan memasak pada masa libur Lebaran yang cukup panjang.
"Selama masa Ramadhan hingga Idul Fitri, total konsumsi LPG 3 kg di 13 Kabupaten tersebut meningkat tujuh persen di atas konsumsi normal atau sebesar 9.394 metrik ton. Karenanya, kami menambah kembali pasokan LPG yang akan disalurkan melalui mekanisme operasi pasar di masing-masing Kabupaten," ujar Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (20/6/2018).
Dalam pelaksanaan operasi pasar, Pertamina bekerja sama dengan Hiswana Migas dan Pemda setempat, yang dilaksanakan pada 19 Juni hingga 23 Juni 2018 di sekitar 225 titik yang tersebar di 13 Kabupaten tersebut.
"Dari total tambahan penyaluran 126.000 tabung, alokasi penyaluran tambahan terbanyak terdapat di Kabupaten Luwu, Luwu Timur Jeneponto dengan jumlah alokasi masing-masing 15.680 tabung," jelas Roby.
Roby menjelaskan, selain untuk menyalurkan tambahan pasokan LPG, operasi pasar yang digelar juga bertujuan untuk menstabilkan kembali harga jual LPG 3 kg di tingkat pengecer yang telah melampaui HET di 13 kabupaten tersebut.
"Berdasarkan pengecekan kami, harga jual tertinggi di tingkat pengecer sudah mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Melonjaknya harga di tingkat pengecer ini terjadi akibat rush buying atau pembelian dengan jumlah di atas normal oleh konsumen, sehingga konsumsi meningkat tajam dan dimanfaatkan para pengecer untuk menaikan harga," jelasnya.
Kenaikan konsumsi LPG ini, lanjut Roby, telah diprediksikan sebelumnya, karenanya Pertamina memastikan stok LPG tersedia khususnya mendekati masa Lebaran ini.
"Selama masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina sebelumnya telah menambah pasokan LPG 3 kg di 13 kabupaten tersebut sebanyak 648 MT atau setara 216.000 tabung, dibandingkan konsumsi normal harian," ujarnya.
Adapun untuk ketahanan stok LPG di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 9 hari ke depan. Roby menambahkan, untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian LPG 3 kg dalam operasi pasar ini akan dibatasi maksimal 1 tabung per konsumen.
"Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata," tegasnya.
Selain itu, untuk mempermudah akses bagi masyarakat dalam mendapatkan LPG, selama masa Idul Fitri, Pertamina telah mensiagakan sebanyak 43 agen siaga dan 221 pangkalan siaga dari total 44 agen dan 2.988 pangkalan yang tesebar di 13 kabupaten tersebut.
"Untuk memperoleh LPG 3 kg, kami mengimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina," ujar Roby.
Sesuai dengan peraturan pemerintah, tutur Roby, LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin, serta usaha kecil menengah (UKM). "Karenanya kami mengimbau bagi masyarakat yang mampu dan seharusnya tidak menggunakan LPG bersubsidi agar menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan Pertamina yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg yang sudah tersedia," tutur Roby.
Ke-13 kabupaten dan rinciannya adalah Kabupaten Polewali Mandar (10.800 tabung), Majene (3.360 tabung), Mamasa (1.680 tabung), Mamuju (8.400 tabung), Mamuju Tengah (6.720 tabung), Mamuju Utara (5.600 tabung), Pinrang (13.440 tabung), Luwu (15.680 tabung), Luwu Utara (13.440 tabung), Luwu Timur (15.680 tabung), Jeneponto (15.680 tabung), Bulukumba (11.200 tabung), dan Sinjai (5.040 tabung).
Penambahan pasokan LPG 3 kg ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi LPG yang meningkat, khususnya dalam kebutuhan memasak pada masa libur Lebaran yang cukup panjang.
"Selama masa Ramadhan hingga Idul Fitri, total konsumsi LPG 3 kg di 13 Kabupaten tersebut meningkat tujuh persen di atas konsumsi normal atau sebesar 9.394 metrik ton. Karenanya, kami menambah kembali pasokan LPG yang akan disalurkan melalui mekanisme operasi pasar di masing-masing Kabupaten," ujar Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (20/6/2018).
Dalam pelaksanaan operasi pasar, Pertamina bekerja sama dengan Hiswana Migas dan Pemda setempat, yang dilaksanakan pada 19 Juni hingga 23 Juni 2018 di sekitar 225 titik yang tersebar di 13 Kabupaten tersebut.
"Dari total tambahan penyaluran 126.000 tabung, alokasi penyaluran tambahan terbanyak terdapat di Kabupaten Luwu, Luwu Timur Jeneponto dengan jumlah alokasi masing-masing 15.680 tabung," jelas Roby.
Roby menjelaskan, selain untuk menyalurkan tambahan pasokan LPG, operasi pasar yang digelar juga bertujuan untuk menstabilkan kembali harga jual LPG 3 kg di tingkat pengecer yang telah melampaui HET di 13 kabupaten tersebut.
"Berdasarkan pengecekan kami, harga jual tertinggi di tingkat pengecer sudah mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung. Melonjaknya harga di tingkat pengecer ini terjadi akibat rush buying atau pembelian dengan jumlah di atas normal oleh konsumen, sehingga konsumsi meningkat tajam dan dimanfaatkan para pengecer untuk menaikan harga," jelasnya.
Kenaikan konsumsi LPG ini, lanjut Roby, telah diprediksikan sebelumnya, karenanya Pertamina memastikan stok LPG tersedia khususnya mendekati masa Lebaran ini.
"Selama masa Satgas Ramadhan dan Idul Fitri, Pertamina sebelumnya telah menambah pasokan LPG 3 kg di 13 kabupaten tersebut sebanyak 648 MT atau setara 216.000 tabung, dibandingkan konsumsi normal harian," ujarnya.
Adapun untuk ketahanan stok LPG di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 9 hari ke depan. Roby menambahkan, untuk menghindari pembelian di luar kewajaran ataupun penimbunan, pembelian LPG 3 kg dalam operasi pasar ini akan dibatasi maksimal 1 tabung per konsumen.
"Pembelian pun harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata," tegasnya.
Selain itu, untuk mempermudah akses bagi masyarakat dalam mendapatkan LPG, selama masa Idul Fitri, Pertamina telah mensiagakan sebanyak 43 agen siaga dan 221 pangkalan siaga dari total 44 agen dan 2.988 pangkalan yang tesebar di 13 kabupaten tersebut.
"Untuk memperoleh LPG 3 kg, kami mengimbau agar masyarakat membelinya di pangkalan ataupun SPBU dengan stok tersedia dan harga yang sesuai HET setempat. Adapun untuk pasokan dan harga LPG di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina," ujar Roby.
Sesuai dengan peraturan pemerintah, tutur Roby, LPG 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin, serta usaha kecil menengah (UKM). "Karenanya kami mengimbau bagi masyarakat yang mampu dan seharusnya tidak menggunakan LPG bersubsidi agar menggunakan LPG non subsidi yang telah disediakan Pertamina yakni Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg yang sudah tersedia," tutur Roby.
(ven)
Lihat Juga :