Gedung Putih Sebut Agresi Ekonomi China Adalah Ancaman Dunia

Rabu, 20 Juni 2018 - 17:17 WIB
Gedung Putih Sebut Agresi...
Gedung Putih Sebut Agresi Ekonomi China Adalah Ancaman Dunia
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan kritiknya terhadap Republik Rakyat China dalam laporan yang diterbitkan Gedung Putih, menyebut "agresi ekonomi" China adalah ancaman dunia.

Laporan setebal 35 halaman berjudul "Bagaimana Agresi Ekonomi China Mengancam Teknologi dan Kekayaan Intelektual Amerika Serikat dan Dunia", datang sehari setelah Trump mengancam akan menampar impor barang-barang China dengan tarif tambahan 10%. Hal ini telah memicu kembali ketegangan perang dagang.

Melansir CNBC, Rabu (20/6/2018), Gedung Putih mengatakan China telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dan menjadi negara ekonomi terbesar kedua di dunia, dengan cara yang di luar norma.

"China memodernisasi industri dan meningkatkan rantai nilai global secara signifikan melalui tindakan, kebijakan, dan praktik agresif yang jauh di luar norma dan aturan global," tulis laporan Gedung Putih dalam pembukaannya.

Laporan tersebut melanjutkan bagaimana praktik-praktik China di Amerika Serikat yang berusaha mengakses dan mencuri teknologi dan kekayaan intelektual Amerika Serikat.

Tindakan "agresi ekonomi" China, menurut laporan tersebut, termasuk pencurian teknologi dan kekayaan intelektual AS secara fisik dan siber, menghindari undang-undang pengetatan ekspor AS, pemalsuan, dan pembajakan.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Beijing berusaha "menekan" beberapa dari 300.000 warga China yang setiap tahun belajar di perguruan tinggi AS atau bekerja di lembaga-lembaga penting Amerika. Gedung Putih mengatakan orang-orang China itu bisa menjadi "mata-mata non tradisional" demi melayani ambisi militer dan strategis Beijing.

Laporan itu juga mencantumkan berbagai langkah peraturan yang memaksa dan mengganggu perusahaan asing ketika masuk ke pasar China, dimana mereka "terpaksa" melakukan transfer teknologi kepada para pesaing China.

"Keinginan China untuk mendominasi industri masa depan melalui kebijakan dan praktik agresi ekonominya, tidak hanya mengancam ekonomi Amerika Serikat tetapi juga mengancam sistem inovasi global secara keseluruhan," laporan itu menyimpulkan.

Sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia ini meningkat, setelah Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin (18/6) malam, bahwa dia telah meminta Perwakilan Perdagangan AS untuk mengindentifikasi impor barang-barang China senilai USD200 miliar untuk dikenakan tarif tambahan 10%. Beijing merespon akan melindungi kepentingan mereka.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ancaman Perang Dingin...
Ancaman Perang Dingin AS-China Lebih Besar Ketimbang Virus
China Menyerah? Xi Jinping...
China Menyerah? Xi Jinping Sebut Tak Ada Pemenang dalam Perang Dagang Melawan AS
Apakah Trump 2.0 Bikin...
Apakah Trump 2.0 Bikin Perang Dagang Memanas? China Cari Win-win Solusi
Bangun Ekonomi Konsumen...
Bangun Ekonomi Konsumen Skala Besar, China Buka Pasar Bagi Perusahaan Semua Negara
China Membalas Tarif...
China Membalas Tarif Impor AS, Mulai Berlaku 10 Februari 2025
Perusahaan China Makin...
Perusahaan China Makin Banyak Masuk Daftar Hitam AS
Berita Terkini
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
41 menit yang lalu
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
10 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
10 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
11 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
11 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
11 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Gedung...
Arab Saudi Bangun Gedung Pencakar Langit Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved