Stabilitas Pangan Ikut Andil Ciptakan Kondusifitas Politik

Jum'at, 22 Juni 2018 - 15:30 WIB
Stabilitas Pangan Ikut...
Stabilitas Pangan Ikut Andil Ciptakan Kondusifitas Politik
A A A
JAKARTA - Stabilitas harga pangan yang terjaga pada momen menjelang hingga pasca perayaan Idul Fitri dinilai sebagai keberhasilan yang dicapai pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla. Capaian ini menurut pengamat dan pelaku usaha, jelas berkontribusi menciptakan kondusifitas politik sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik ke depan.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang memandang stabilitas pangan ini timbul dikarenakan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat sejak lebih dari tiga bulan yang lalu. Menurutnya stabilnya harga pangan dikarenakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan yang dibantu Satgas Pangan proaktif memantau pendistribusian berbagai barang kebutuhan pokok.

Dengan demikian, aliran distribusi menjadi lancar dan isu terkait kekurangan bahan pokok bisa diminimalkan. Dampak akhirnya, harga pun menjadi tidak bergejolak. “Kita harus mengapresiasi kinerja itu, termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan,” tukasnya di Jakarta kepada wartawan.

Pemantauan rutin yang dilakukan pemerintah diyakini pula menggerus upaya mafia pangan yang kerap memanfaatkan momentum Lebaran mencari untung. Terlebih Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, beserta Bulog gemar melakukan operasi pasar guna yang dilihat efektif menekan harga.

“Kalau demand dan supply itu seimbang, kita yakin bahwa harga tidak bergejolak. Kita lihat hasilnya saat ini bahwa ketika menjelang Lebaran harga-harga bahan pokok itu pada posisi stabil. Stabil bukan berarti tidak naik,” tutur Sarman.

Sarman mengapresiasi pola komunikasi Menteri Perdagangan (Mendag) Enggatiasto Lukita yang kerap memanggil para importir untuk memastikan izin dan penyaluran agar sesuai. Langkah ini dianggap mampu menghilangkan mafia-mafia importir yang kerap menyalahgunakan izin impornya.

Melalui dialog dengan para importir tersebut, kementerian jadi bisa mengetahui total berapa izin impor yang didapat para importir. Dari sana, langkah selanjutnya bisa ditanyakan volume pendistribusian barang yang sudah impor kepada masyarakat. Jika ada yang tidak tepat sesuai, bisa segera diketahui dan ditindak. Dikombinasikan dengan pemantauan yang rutin, stok di pasar menjadi kian terjaga.

“Menteri perdagangan itu sering sekali memanggil berbagai asosiasi untuk menjaring para importir. Importir daging sering diundang, importir bawang diundang juga. Importir buah-buahan diundang juga. Jadi, memang ini yang harus selalu dilakukan ke depan,” urai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) ini.

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyampaikan senada. Ia mengatakan, keadaan ini membuat stabilitas politik sekarang cukup terjaga sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Kondisi ini menurutnya adalah sebuah kemajuan yang selayaknya perlu diapresisasi oleh semua pihak. “Saya pikir ini sebuah kemajuan yang patut diapresiasi yah,” ucapnya.

Kemajuan di sektor pangan yang mampu meredam gejolak kenaikan harga komoditas pangan, khususnya pada saat menjelang hingga pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri menurut Adriana harus diakui sebagai sebuah keberhasilan di era pemerintahan Joko Widodo-Juuf Kalla. “Ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan dari pemerintah sekarang. Itu harus diakui adanya,” kata Adriana.

Ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai diakui Adriana pun berpengaruh menentukan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial politik sebagai prasyarat untuk melaksanakan pembangunan.

“Repotnya kalau tahun politik kan biasanya semua bisa digunakan sebagai alat untuk menyerang kebijakan pemerintah. Kekurangannya lebih diungkap daripada keberhasilan,” katanya.

Adriana memandang pemerintah sekarang bahkan sudah transparan dan terbuka sehingga keberhasilan dan kekurangannya pun bisa dengan mudah diketahui. Oleh karenanya, Adriana berharap pemerintah sekarang dapat terus konsisten dan lebih baik lagi dari tahun ke tahun.

Mengacu pada indikator harga di hargapangan.id, kisaran harga bahan pokok sehari menjelang Lebaran memang tidak tampak melonjak. Harga cabai merah yang cenderung melambung terpantau masih di kisaran Rp66.450 secara nasional.

Harga beras, meski naik, tidak juga melonjak karena berada di kisaran Rp11.900. Bahkan harga bawang putih yang tahun lalu sempat menyentuh Rp80 ribu menjelang Lebaran, di tahun ini hanya terpatok di Rp32.800 sehari menjelang hari raya. Begitu halnya dengan harga daging, sangat stabil. Bahkan, belakangan mengalami penurunan.

Terhadap fluktuatifnya harga, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri di kesempatan berbeda mengatakan, pasokan bahan pangan pasca lebaran tahun ini relatif aman.

Abdullah mengatakan, pasokan pangan masih terus disuplai ke pasar-pasar tradisional. Menurutnya, selama ini belum ada kendala untuk ketersediaan bahan pangan, kecuali ayam yang pasokannya tidak banyak.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ada Peluang di Balik...
Ada Peluang di Balik Ancaman Krisis Pangan, Jokowi Dorong Pengusaha Tanam Jagung hingga Sorgum
Road to JFSS 2026: Pemerintah...
Road to JFSS 2026: Pemerintah dan Kadin Tegaskan Ketahanan Pangan jadi Prioritas
Gerakan Pangan Murah,...
Gerakan Pangan Murah, Kepala Bapanas: Kadin Luar Biasa Gabungkan Hulu dan Hilir
Kejar Ketahanan Pangan,...
Kejar Ketahanan Pangan, Kadin Gelar Jakarta Food Security Summit
Kadin Dorong Skema PPP...
Kadin Dorong Skema PPP demi Ketahanan Pangan
Kadin Bahas Dukungan...
Kadin Bahas Dukungan Pengusaha Sukseskan Program Pemerintah
Berita Terkini
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
1 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
3 jam yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
4 jam yang lalu
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
4 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved