Pemerintah Diminta Maksimalkan Angkutan Berbasis Rel

Senin, 25 Juni 2018 - 16:58 WIB
Pemerintah Diminta Maksimalkan...
Pemerintah Diminta Maksimalkan Angkutan Berbasis Rel
A A A
BANDUNG - Pemerintah diminta memaksimalkan angkutan berbasis rel seperti kereta api sebagai moda transportasi publik. Moda tersebut dinilai lebih efisien.

Pengamat transportasi dari ITB Ade Syafrudin mengatakan, pertumbuhan penduduk mestinya dibarengi peningkatan penggunaan angkutan umum. Tetapi yang terjadi ternyata angkutan pribadi yang terus tumbuh.

Bus dan angkutan umum, tumbuh di bawah 1%. Berbeda dengan angkutan pribadi yang tumbuh cukup besar setiap tahunnya. Melihat kondisi itu, pemerintah semestinya memaksimalkan angkutan berbasis rel agar kemacetan bisa dikurangi.

"Paling baik itu transportasi berbasis rel. Karena paling murah dan aman, juga bisa ngangkut banyak. Jangan seperti saat ini, suplay dan dimand tidak seimbang, sehingga macet selalu terjadi di kota besar," jelas Ade, Senin (25/6/2018).

Walaupun diakuinya, tak ada kota di dunia yang bisa terbebas dari kemacetan. Tak terkecuali Bandung raya, akan sulit menghilangkan kemacetan. "Saya kira tidak ada kota yang bisa menghilangkan macet. Coba di mana? Masalahnya macetnya panjang atau pendek. Di Jepang saja, yang transportasinya bagus ada macet. Tapi pendek," katanya.

Sementara itu, dalam acara FGD yang digelar beberapa pekan lalu, Kepala Bidang Fisik Bappeda Jabar Slamet Mulyanto mengaku, beberapa solusi transportasi di Bandung yaitu LRT Bandung raya, yang terhubung dengan kereta cepat. Selain itu ada BUTR. saat ini masih MoU, karena memakan dana Rp1 triliun.

"Sementara solusi jalur ke selatan adalah pembangunan LRT di tiga jalur. Yaitu dari Leuwi panjang ke Seorang, kemudian Martadinata ke Banjaran, dan Tegalluar ke Majalaya," jelas dia.

Asisten VP Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya mengatakan, saat ini pihaknya sedang membangun kawasan residensial di Buahbatu. Namun ada beberapa solusi transportasi yang bisa dikemukakan untuk kurangi kemacetan.

"Salah satu solusi kami adalah menyediakan sutle bus di area komersial dan residensial. Kami harapkan itu bisa mengurangi trafik kemacetan di kawasan itu," kata dia singkat.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tiket Berbasis Akun...
Tiket Berbasis Akun akan Diterapkan di 3 Moda Transportasi Jakarta
Covid-19 Membuat Banyak...
Covid-19 Membuat Banyak Warga Fobia Naik Angkutan Publik
Integrasi Moda Angkutan...
Integrasi Moda Angkutan dan Tiket akan Dorong Pengguna Transportasi Umum
Saran IDI Hindari Penularan...
Saran IDI Hindari Penularan Covid-19 di Moda Transportasi Massal
Aturan Terbaru Perjalanan...
Aturan Terbaru Perjalanan dengan Empat Moda Transportasi
Tarif 3 Moda Transportasi...
Tarif 3 Moda Transportasi Terintegrasi, Masyarakat Diajak Beralih ke Angkutan Publik
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
2 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
2 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
3 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
3 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
3 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved