Rupiah Berakhir Lesu Saat USD Dekati Level Terendah

Selasa, 26 Juni 2018 - 16:37 WIB
Rupiah Berakhir Lesu...
Rupiah Berakhir Lesu Saat USD Dekati Level Terendah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih terbebani di zona merah pada akhir perdagangan, Selasa (26/6/2018) setelah gagal memanfaatkan pelemahan mata uang Negeri Paman Sam. Rupiah masih berkutat pada kisaran level Rp14.160/USD hingga sesi sore perdagangan hari ini.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi akhir perdagangan anjlok menjadi Rp14.173/USD saat berhadapan dengan USD dibanding penutupan sebelumnya Rp14.153/USD. Rupiah bergerak pada level Rp14.123-Rp14.180/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah terpuruk ke level Rp14.179/USD atau memburuk dari penutupan awal pekan, kemarin Rp14.159/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp14.140-Rp14.183/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini tak berdaya ke posisi Rp14.170/USD atau tidak lebih baik dari sebelumnya Rp14.165/USD. Rupiah sedikit terkoreksi untuk mencoba keluar dari tekanan dibandingkan sesi pagi tadi.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan pada tren pelemahan menuju level Rp14.163/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah lesu dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp14.105/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters hari ini, dolar masih tertahan mendekati posisi terendah dalam satu pekan terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Hal ini seiring makin meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra utama mereka, terutama China.

Sementara mata uang China melemah ke posisi terendah dalam enam bulan, karena mencuatnya ekspektasi bahwa Beijing akan membiarkan yuan melemah lebih dalam beberapa hari mendatang untuk melunakkan dampak dari tarif perdagangan oleh AS.

"Pasar mata uang sedang berada dalam kondisi rentan saat ini karena kekhawatiran perang dagang dan kami pikir dalam waktu dekat, dolar akan kembali menguat terhadap mata uang China dan beberapa rival utama lainnya," jelas Ahli Strategi Mata Uang dari Societe Generale Alvin Tan.

Terhadap enam mata uang utama rival mereka, USD secara luas cenderung mendatar di level 94,32 atau mendekati posisi terendah dalam hampir dua minggu. Sepanjang bulan tercatat indeks mengalami kenaikan 0,34%.

Pelemahan justru terjadi pada euro, meski tidak besar usai lebih rendah 0,1% terhadap USD menjadi 1,1696. Posisi ini sebenarnya memperpanjang tren pemulihan dari level terendah dalam 11 bulan di level 1,1508 terhadap USD pada Kamis, kemarin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
45 menit yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
1 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
3 jam yang lalu
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
3 jam yang lalu
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved