Jargas Solusi untuk Subsidi Impor LPG

Sabtu, 30 Juni 2018 - 00:42 WIB
Jargas Solusi untuk...
Jargas Solusi untuk Subsidi Impor LPG
A A A
BANDUNG - Membangun jaringan gas (jargas) sampai rumah tangga dinilai menjadi solusi mengurangi tekanan dana APBN untuk subsidi importasi LPG.

Direktur Perusahaan Gas Negara (PGN) Dilo Seno Widagdo mengatakan, Indonesia memiliki cadangan gas alam hingga 70 tahun ke depan. Sayangnya, potensi itu belum dimanfaatkan maksimal di dalam negeri. Indonesia justru memilih mengimpor LPG untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. Di sisi lain, gas Indonesia di ekspor ke China, Jepang, dan negara-negara lainnya.

"LPG kita harus impor, sementara gas diekspor ke negara maju dengan harga yang sangat murah. Kenapa kita tidak mengelola sendiri. Apalagi subsidi untuk LPG sampai Rp30 triliun. Ini akan terus menggerus APBN kita," jelas dia pada diskusi Jargas di Wisma PGN Bandung, Jumat (29/6/2018).

Menurut dia, ketimbang pemerintah selalu mengeluarkan dana untuk subsidi LPG, dana itu bisa dialihkan untuk membangun jargas 120 juta rumah tangga. Soal investasi, dia memperkirakan Rp10 juta per rumah tangga. Nantinya, masyarakat bisa menikmati harga gas yang murah dengan ketersediaan terjamin.

"Penggunaan jargas sangat aman. Karena tidak akan meledak seperti LPG. Jargas akan menguap ke atas, sehingga sulit terbakar walaupun terjadi kebocoran," ungkap dia.

Anggota Komite BPH Migas Judi Prajogjo mengatakan, untuk harga jargas akan mendekati harga elpiji 3 kg. Harga saat ini rata-rata Rp4.250 per meter kubik untuk menengah bawah dan Rp6.250 untuk menengah atas.

"Dua hingga tiga tahun kedepan, jaringan gas utama atau transmisi akan terbangun. Saat ini jaringan di Jawa Barat sudah selesai. Tinggal ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada 2019 akan ada 380.000 jaringan gas yang masuk rumah tangga dengan jaringan transmisi sudah masuk ke 40 kota di Indonesia," imbuh Judi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
PGN Siap Perluas Infrastruktur...
PGN Siap Perluas Infrastruktur dan Utilisasi Gas Bumi Nasional
Realisasi Jargas hingga...
Realisasi Jargas hingga Juni 2020 Capai 127.864 Rumah Tangga
Lampaui Target, Pengerjaan...
Lampaui Target, Pengerjaan Proyek Jargas PGN Capai 73,8%
Distribusi Gas Tersendat...
Distribusi Gas Tersendat ke Sebagian Wilayah Jabar dan Sumatera, PGN Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
22 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved